Berita

Menteri Dalam Negeri, M. Tito Karnavian dalam Rapat Kerja bersama Komisi II DPR RI di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 16 Juli 2026. (Foto: YouTube TV Parlemen)

Politik

Tito Klaim Keberhasilan Kemendagri Serap Anggaran 2025 hingga 99,46 Persen

KAMIS, 16 JULI 2026 | 16:41 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Penyerapan anggaran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tahun 2025 kemarin, diklaim sebagai satu keberhasilan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), M. Tito Karnavian, karena memperoleh penghargaan dalam realisasinya.

Hal tersebut disampaikan Tito dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi II DPR di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 16 Juli 2026.

Dia mengurai di hadap 3 pimpinan Raker yakni Wakil Ketua Komisi II DPR RI Bahtra Banong, Arya Bima, dan Zulfikar Arse Sadikin, bahwa Kemendagri mulanya mendapat pagu Rp2,17 triliun, setelah dilakukan pemotongan dari sebelumnya Rp4,79 triliun untuk penerapan kebijakan efisiensi.


“Dalam pelaksanaan anggaran terdapat relaksasi anggaran, penambahan anggaran dari Kemenkeu totalnya sebesar Rp1,17 triliun sehingga pagu efektif Kemendagri tahun 2025 menjadi Rp3,79 triliun,” ujar Tito.

Mantan Kapolri ini mengurai, penambahan itu diperlukan untuk kebutuhan infrastruktur teknologi informasi komunikasi Dukcapil sebesar Rp516 miliar. Selain itu, juga belanja yang bersifat wajib dan tidak dapat ditunda Rp252 miliar.

“Kemudian belanja operasional dan kegiatan prioritas sumber dana dari rupiah murni sebesar Rp147,4 miliar, kegiatan untuk mendukung pelaksanaan prioritas Presiden di daerah sebesar Rp106,7 miliar, penguatan layanan sistem informasi pemerintah daerah atau SIPD sebesar Rp43,08 miliar,” urainya.

“Kemudian tambahan untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan kepamongprajaan pada IPDN (Institut Pemerintahan Dalam Negeri) sebesar Rp28 miliar, dan melaksanakan prioritas nasional yang tercantum dalam RPJMN 2025-2029 sebesar Rp4,67 miliar,” sambung dia.

Dalam realisasinya, Tito menyebut anggaran senilai Rp3,79 triliun salah satunya digunakan mencapai target PNBP Kemendagri yang berhasil mencapai 225 persen, karena dari nilai awal yang ditetapkan Rp545 miliar menjadi Rp1.22 triliun.

“Tapi ini anggaran ini semuanya masuk kepada langsung Kementerian Keuangan tidak melalui Kemendagri,” tegasnya.

Tito merinci, target realisasi untuk PNBP berdasarkan per unit kerja eselon 1, yang terbanyak adalah dari Dukcapil sebesar targetnya Rp464 miliar tapi realisasinya adalah Rp1,1 triliun yang bersumber dari jasa pelayanan akses pemanfaatan data dan dokumen kependudukan. 

Kemudian target untuk BPSDM (Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia) Rp57,7 miliar, realisasinya Rp66,4 miliar atau di atas target 114 persen. PNBP dari Kesekjenan dan IPDN target Rp19,2 miliar, realisasinya Rp23,75 miliar atau 123 persen.

Kemudian target PNBP di Ditjen Bina Pemdes sebesar Rp737 juta, realisasinya Rp23,7 miliar atau 3.000 persen melebihi target, bersumber dari jasa penyelenggaraan pelatihan pengembangan kompetensi aparatur desa. 

Selain itu, PNBP Ditjen Bina Pembangunan Daerah nol, tapi realisasi Rp6,52 miliar yang bersumber dari pendapatan sewa gedung pertemuan.

“Realisasi dari Rp3,79 triliun tersebut, di akhir tahun Kemendagri menyerap sebesar Rp3,76 triliun atau sebesar 99,46 persen,” ungkap Tito.

Lebih lanjut, penggagas Densus 88 ini mengklaim capaian tersebut juga dapat dianggap berhasil karena memperoleh predikat dari lembaga-lembaga terkait.

“Mengenai prestasi atas kinerja program anggaran Kemendagri tahun 2025. Capaian opini BPK atas penyajian laporan keuangan Kemendagri, opini adalah Wajar Tanpa Pengecualian dan opini merupakan WTP yang ke-12 kali berturut-turut dari tahun 2014,” paparnya. 

Selain itu, Tito menyebut prestasi atas kinerja program beberapa juga diberikan penghargaan, yaitu nilai kinerja anggaran Kemendagri dengan nilai sebesar 94,69 atau tergolong sangat baik dari Kementerian Keuangan.

Sementara dari Kementerian PAN-RB, lanjut Tito, diperoleh tentang Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah atau AKIP tahun 2025 dengan nilai 78,99 atau predikat Sangat Baik, meningkat dari tahun 2024 itu 77,90. 

“Selanjutnya Kementerian PAN-RB juga menilai indeks reformasi birokrasi, apakah sudah dilakukan perbaikan atau reformasi dalam bidang birokrasi sebesar 91,01 nilainya atau masuk kategori A, meningkat dibanding 2024 88,92,” tuturnya. 

“Selanjutnya dari Kementerian Bappenas juga melakukan penilaian tentang indeks perencanaan pembangunan nasional 2025. Nilai yang diperoleh Kemendagri adalah 96,93 atau predikat sangat baik,” demikian Tito menambahkan.


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Selain Anak Buah Nusron, KPK Benarkan Tangkap Fahd A Rafiq

Selasa, 15 September 2026 | 00:25

Laut Bukan Tempat untuk Mati

Selasa, 15 September 2026 | 00:01

APKARINDO Perjuangkan Ksejahteraan Petani hingga Kejayaan Karet Rakyat

Senin, 14 September 2026 | 23:42

Anak Buah Nusron Kena OTT KPK Terkait Pengurusan HGB Summarecon

Senin, 14 September 2026 | 23:22

DPR Soroti Usia Kapal dan Kepatuhan Aturan Impor dalam Tragedi Virgo Transport 8

Senin, 14 September 2026 | 23:02

Pemerintah Bahu Membahu Cegah Karhutla Masuk Zona Inti IKN

Senin, 14 September 2026 | 23:01

Pemilik Laundry Sukses Kembangkan Usaha dari Mekaar jadi BRILink Agen

Senin, 14 September 2026 | 22:38

OTT KPK Makin Mengerucut, Fahd A Rafiq hingga Bos Summarecon Dikabarkan Terjaring

Senin, 14 September 2026 | 22:37

Ketua KPK Benarkan OTT Pejabat ATR/BPN, Daftar Nama Belum Diungkap

Senin, 14 September 2026 | 21:59

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Selengkapnya