Berita

Megawati Soekanroputri dan Prabowo Subianto (Foto: Dokumentasi Partai Gerindra)

Politik

Poros Teuku Umar Paling Siap Jadi Penantang Prabowo di 2029

KAMIS, 16 JULI 2026 | 14:43 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Konstelasi politik menuju Pilpres 2029 dinilai mulai mengerucut pada tiga poros politik besar yang berpotensi mengusung penantang Presiden Prabowo Subianto.

Direktur Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menyebut secara normatif seluruh partai politik maupun tokoh memiliki peluang mengajukan calon presiden. Namun jika dipetakan lebih spesifik, kontestasi politik diperkirakan akan bertumpu pada tiga poros utama.

"Potensi pihak yang kemungkinan head to head dengan Prabowo di 2029, jawaban normatifnya semua orang, semua calon, semua partai. Tapi di antara ini semua kalau dikerucutkan tentu mengarah kepada tiga poros besar, yakni poros Cikeas, poros Teuku Umar, dan poros Solo," kata Adi lewat kanal Youtube, Kamis, 16 Juli 2026.


Poros Cikeas merujuk pada Partai Demokrat yang identik dengan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Sementara poros Teuku Umar mengarah kepada PDI Perjuangan yang dipimpin Megawati Soekarnoputri. Adapun poros Solo dikaitkan dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang santer dikabarkan akan menjabat sebagai Dewan Pembina PSI.

Meski demikian, Adi menilai dari ketiga poros tersebut, PDI Perjuangan menjadi kekuatan politik yang paling siap menghadapi Prabowo pada Pilpres 2029.

"Tapi semakin dikerucutkan lagi dari tiga poros ini rasa-rasanya yang paling siap head to head dengan Prabowo hanya Teuku Umar," ujarnya.

Menurut Adi, kesiapan itu tercermin dari konsistensi PDIP dalam mengusung calon presiden pada setiap pemilihan presiden dalam dua dekade terakhir.

"Dia kan punya sejarah Teuku Umar (PDIP), 2004 maju, 2009 maju, 2014 maju, 2019 maju, 2024 maju, maju terus," katanya.

Ia menilai konsistensi tersebut merupakan fungsi ideal partai politik sebagai institusi yang melakukan kaderisasi kepemimpinan nasional.

"Dan harusnya partai politik kayak gitu. Fungsi dari partai politik adalah regenerasi kepemimpinan di internal partai. Untuk apa mengkader begitu banyak orang-orang hebat, orang pintar di partai kalau ada kesempatan dalam pemilu nggak mau dimajukan," pungkasnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

Harga Daging Sapi Tembus Rp153 Ribu/Kg, Zulhas Buka Opsi Subsidi APBN-APBD

Selasa, 25 Agustus 2026 | 14:18

LPSK Beri Perlindungan kepada Ferry Hongkiriwang, Saksi Kasus Febrie Adriansyah

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:54

Urusan Gula Konsumsi Aman, Kementan Kini Bidik Target Gula Industri di 2028

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:45

Ahmed al-Sharaa Sambut Keputusan AS Hapus Suriah dari Daftar Sponsor Teror

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:42

Geng Haiti Bantai 40 Pengungsi yang Berlindung di Gereja

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:42

Wajah Baru Jakarta, Wagub Rano Resmikan Jaksinema Pasar Rumput

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:29

BMKG Maksimalkan OMC di Kaltim Sepekan Ini untuk Tangani Karhutla

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:19

Dugaan Setoran Importasi Blueray, KPK Cecar Dua PNS Bea Cukai

Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:50

Kasus OTT Unsoed Bisa Saja Terjadi di Kampus Lain

Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:46

Perketat Imigrasi, Trump Bersiap Cabut 200 Ribu Visa WNA

Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:46

Selengkapnya