Berita

Dirjen Pendis Kemenag Amin Suyitno saat menghadiri pelaksanaan MATAMUDA yang dipusatkan di MAN 19 Jakarta, Kamis 16 Juli 2026 (Foto: RMOL/Reni Erina)

Nusantara

Hari Pertama di Madrasah Harus Menyenangkan, Bukan Menakutkan

KAMIS, 16 JULI 2026 | 11:59 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Hari pertama di madrasah seharusnya meninggalkan kesan yang menyenangkan, bukan ketakutan. Karena itu, madrasah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan bagi setiap peserta didik.

Pesan itulah yang dibawa Kementerian Agama melalui pelaksanaan Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) 2026.

Bagi Kementerian Agama, masa pengenalan murid baru bukan sekadar agenda menyambut tahun ajaran baru, tetapi menjadi fondasi untuk membangun budaya madrasah yang menghormati hak anak, menumbuhkan karakter, dan memberi ruang bagi setiap peserta didik untuk berkembang sesuai potensinya.


Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Prof. Dr. H. Amin Suyitno, M.Ag., menegaskan komitmen tersebut saat menghadiri pelaksanaan MATAMUDA yang dipusatkan di MAN 19 Jakarta, Kamis 16 Juli 2026. Ia mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang berlangsung lancar dengan antusiasme tinggi dari para murid baru.

"Alhamdulillah semua rangkaian kegiatan berjalan lancar. Hari ini kita menyaksikan anak-anak madrasah disambut dengan sangat antusias dan suasananya sangat menyenangkan," ujar Amin.

Mengusung tema SENYAMAN (Sehat, Aman, Nyaman, dan Menyenangkan), MATAMUDA menjadi wajah baru kegiatan pengenalan murid baru di lingkungan madrasah. Suasana hangat dan penuh semangat tampak mewarnai pelaksanaan kegiatan, ketika para peserta didik mulai beradaptasi dengan lingkungan belajar yang baru.

Mulai Tahun Pelajaran 2026/2027, Kementerian Agama resmi mengganti istilah MATSAMA (Masa Ta'aruf Siswa Madrasah) menjadi MATAMUDA (Masa Ta'aruf Murid Madrasah). Perubahan ini bukan sekadar pergantian nama, melainkan bagian dari penguatan paradigma pendidikan madrasah yang lebih ramah anak, edukatif, dan inklusif.

Menurut Amin, seluruh ekosistem madrasah harus dibangun dengan menjunjung tinggi perlindungan terhadap peserta didik.

"Semua ekosistem madrasah dilakukan dengan cara yang betul-betul inklusif, aman dari segala bentuk kekerasan. Baik itu kekerasan fisik, psikis, bahkan kekerasan-kekerasan lain yang dilarang dalam produk regulasi," tegasnya.

Ia menilai lingkungan belajar yang sehat dan aman akan menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus membuka ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan bakat dan potensinya. Karena itu, keberhasilan madrasah tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kemampuannya menghadirkan lingkungan yang memanusiakan setiap anak.

Optimisme itu, lanjut Amin, tercermin dari semangat para murid baru yang hadir dengan beragam bakat, kreativitas, dan cita-cita.

"Kita tadi mendengar semua betapa anak-anak madrasah dengan multi talent-nya, dengan cita-citanya, mereka akan menjadi orang yang hebat pada masanya. Kita akan dukung," ujarnya.

Amin juga mengapresiasi Kantor Wilayah Kementerian Agama DKI Jakarta beserta seluruh jajarannya yang dinilai berhasil menyelenggarakan MATAMUDA dengan baik. Menurutnya, berbagai capaian madrasah di DKI Jakarta menunjukkan kualitas pendidikan madrasah yang terus berkembang dan mampu bersaing, baik di tingkat nasional maupun internasional.

"Madrasah DKI sudah menjadi role model bagi madrasah-madrasah lain. Belum lagi alumninya yang sudah diterima bukan hanya di kampus-kampus bereputasi nasional, tetapi juga internasional. Kami berkomitmen untuk terus memperkuat dan meningkatkan capaian-capaian tersebut," katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DKI Jakarta, Dr. H. Adib, M.Ag., melaporkan bahwa pelaksanaan MATAMUDA di seluruh madrasah di Jakarta berlangsung lancar sejak hari pertama. 

Menurutnya, para murid baru mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias sesuai semangat SENYAMAN.

"Alhamdulillah, murid-murid baru di madrasah diterima dengan senang sesuai dengan moto sehat, aman, nyaman, dan menyenangkan. Mereka bersukaria memasuki pendidikan di madrasah," ujar Adib.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Direksi BUMN Butuh Kepastian Hukum, Bukan Kekebalan

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:59

Menkop dan Wantimpres Rocky Gerung Hadiri Pra Kongres Syarikat Islam ke-42

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:50

Kakak Kandung Ridwan Kamil Dicecar KPK soal Kasus Korupsi bjb

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:46

IHSG Menguat 1,36 Persen, Rupiah Masih Dibayangi Konflik Timur Tengah

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:38

Legislator PDIP Ungkap Sejumlah Isu yang Dibahas dalam Revisi UU Pemilu

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:21

BOP Pantura Bentukan Prabowo untuk Jaga Kawasan Pesisir

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:04

Perampasan Aset Tanpa Pemidanaan Rentan Disalahgunakan

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:56

Warek Unsoed Dicecar KPK soal Mekanisme PMB Jalur Mandiri

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:37

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah jadi Kunci

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:35

GWS Dorong UMKM jadi Ruang Perempuan Perkuat Peran Ekonomi

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:25

Selengkapnya