Berita

Petugas di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Jakarta Pusat gagalkan penyelundupan 15 butir pil ekstasi pada Rabu, 15 Juli 2026 (Foto: Dok Rutan Cipinang)

Hukum

Petugas Gagalkan Penyelundupan 15 Butir Ekstasi ke Rutan Cipinang

KAMIS, 16 JULI 2026 | 11:13 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Petugas Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Jakarta Pusat menggagalkan upaya penyelundupan 15 butir pil ekstasi yang diduga akan dibawa masuk ke dalam rutan saat layanan kunjungan tatap muka, Rabu 15 Juli 2026. 

Upaya penyelundupan dilakukan oleh seorang pengunjung perempuan berinisial GG yang datang untuk menjenguk seorang warga binaan berinisial UK. Setelah melewati proses pendaftaran administrasi, pemeriksaan barang bawaan, dan penitipan alat komunikasi, petugas tidak menemukan kejanggalan.

Kecurigaan baru muncul saat GG menjalani pemeriksaan badan (body checking) di area Pelayanan Pintu Utama (P2U). Petugas penggeledahan perempuan melihat GG menggenggam beberapa lembar tisu dengan erat. Setelah diperiksa, tisu tersebut ternyata menyimpan tiga bungkus plastik klip yang berisi total 15 butir pil ekstasi.


Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Rutan Kelas I Jakarta Pusat, Gusti Akhmad Ridho, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil dari penguatan deteksi dini serta komitmen pemberantasan peredaran telepon genggam, pungutan liar, dan narkoba (Zero Halinar) di lingkungan rutan.

"Keberhasilan penggagalan ini merupakan wujud nyata dari penguatan deteksi dini dan komitmen Zero Halinar di Rutan Kelas I Jakarta Pusat. Kami tidak akan melonggarkan pengawasan sedikit pun. Setiap upaya yang mengancam keamanan dan ketertiban di dalam rutan akan kami tindak tegas sesuai aturan hukum yang berlaku," ujar Gusti.

Sebagai tindak lanjut, pihak Rutan Kelas I Jakarta Pusat telah melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Daerah Khusus Jakarta. Sementara itu, GG beserta barang bukti 15 butir pil ekstasi telah diserahkan kepada Polsek Cempaka Putih untuk diproses hukum dan dilakukan pengembangan penyelidikan.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Keempat Kalinya Indonesia Jadi Tuan Rumah PENSA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:25

OMC Bantu Sejukkan Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:02

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

TVRI dan PIM Jajaki Kolaborasi Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:23

KNMP Kota Sorong Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:00

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:16

BSI Himpun Dana Tabungan Haji Rp18 Triliun, Nasabah Gen Z Naik 30 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:15

Wilayah Berdekatan, Mengapa Jakarta Lebih Panas Saat Bogor Masih Diguyur Hujan?

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:03

KemenHAM Tampilkan Peta Pemenuhan Hak Dasar Hingga Tingkat Desa Berbasis Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:35

Selengkapnya