Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Bisnis

Purbaya Ungkap Alasan Tarik-Ulur Dana SAL: Ikuti Sinyal dari BI

KAMIS, 16 JULI 2026 | 10:16 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah anggapan bahwa pemerintah bertindak sembarangan dalam mengelola kas negara, khususnya terkait penempatan Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebagai tambahan likuiditas di perbankan.

Menurut Purbaya, keputusan menarik maupun kembali menempatkan dana SAL di bank dilakukan untuk menyelaraskan kebijakan pemerintah dengan otoritas terkait, bukan tanpa dasar perhitungan.

"Bukan saya main-main atau maju mundur enggak ada perhitungan, tapi untuk mensinkronisasi kebijakan dengan lembaga lain," ujar Purbaya dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI di Gedung Parlemen, dikutip Kamis 16 Juli 2026.


Purbaya menjelaskan, pemerintah sempat menarik sebagian dana SAL yang ditempatkan di bank-bank Himbara sejak 2025. Dari semula Rp200 triliun, dana tersebut sempat berkurang menjadi Rp170 triliun sebelum kembali dikembalikan ke posisi Rp200 triliun.

Memasuki 2026, pemerintah kembali menambah likuiditas melalui penempatan SAL sebesar Rp100 triliun untuk jangka waktu tiga hingga empat bulan, disusul tambahan Rp100 triliun yang bersifat fleksibel. Dengan demikian, total dana SAL yang ditempatkan di perbankan kini mencapai Rp400 triliun.

Ia menegaskan, setiap keputusan terkait penempatan SAL dilakukan dengan mempertimbangkan koordinasi bersama Bank Indonesia (BI) sebagai otoritas moneter yang mengatur jumlah uang beredar.

Purbaya meyakini kebijakan penempatan SAL memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Ia mencontohkan, saat pemerintah pertama kali menempatkan Rp200 triliun dana SAL di Himbara pada kuartal IV 2025, ekonomi Indonesia tumbuh 5,39 persen.

Pertumbuhan tersebut berlanjut pada kuartal I 2026 yang mencapai 5,61 persen. Namun, menurutnya, perlambatan mulai terasa pada kuartal II 2026 setelah pemerintah sempat menarik kembali dana SAL ke bank sentral.

"Saya bukan ambil uang tiba-tiba. Gini, saya maunya nambah (SAL ke perbankan) sebanyak-banyaknya, tapi saya bukan bank sentral. Ketika BI kasih kode ke saya, jangan ikut campur kebijakan moneter ya saya ikut," tegasnya.

Purbaya mengungkapkan, saat itu BI menyampaikan akan menggantikan likuiditas yang ditarik sehingga penyaluran kredit perbankan tetap berjalan. Namun, dalam praktiknya proses tersebut tidak berjalan semudah yang diperkirakan.

"Waktu itu mereka (BI) bilang akan ganti, ya sudah saya tarik. Rupanya enggak sesederhana itu, jadi saya inject lagi. Jadi bukan saya main-main atau maju mundur enggak ada perhitungan," jelasnya.

Ke depan, Kementerian Keuangan akan memperkuat koordinasi dengan otoritas terkait agar pengelolaan kas negara dan kebijakan likuiditas dapat dilakukan secara lebih hati-hati.

"Jadi saya enggak pernah sembrono dalam hal itu, apalagi ini menyangkut nasib negara, saya ngerti betul," tandasnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya