Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

Politik

Prabowo Dijadwalkan Resmikan Groundbreaking Proyek Blok Masela Hari Ini

KAMIS, 16 JULI 2026 | 09:29 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan peletakan batu pertama (groundbreaking) Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, pada Kamis, 16 Juli 2026. 

Kepastian agenda itu disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia usai menghadiri rapat di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu malam, 15 Juli 2026. 

"Nanti kita lihat ya. Tapi insya Allah Presiden akan meresmikan groundbreaking Blok Masela," ujar Bahlil.


Namun, Bahlil belum bisa memastikan apakah Prabowo akan hadir langsung di Kepulauan Tanimbar atau mengikuti acara secara virtual dari Jakarta.

"Nanti diputuskan bapak presiden sendiri," kata dia.

Groundbreaking Blok Masela menjadi momentum penting bagi pemerintah dalam mempercepat salah satu proyek migas terbesar di Tanah Air. 

Selama ini, proyek yang dioperatori Inpex Corporation melalui Inpex Masela Ltd tersebut berulang kali mengalami penundaan akibat berbagai kendala, mulai dari perubahan skema pengembangan, revisi rencana pembangunan, hingga pergantian mitra investasi.

Blok Masela merupakan proyek senilai sekitar 20 miliar dolar AS atau setara Rp336,78 triliun yang memiliki potensi produksi gas mencapai 1.200 juta kaki kubik standar per hari (MMscfd).

Saat melakukan kunjungan kenegaraan ke Jepang pada Maret 2026, Presiden Prabowo secara khusus menginstruksikan percepatan penyelesaian proyek tersebut sebagai bagian dari penguatan investasi sektor energi dan ketahanan energi nasional.

Setelah sempat mangkrak selama 28 tahun sejak hak konsesi diberikan kepada Inpex pada 1998, proyek LNG Abadi Blok Masela kini memasuki fase baru. 

Pemerintah menargetkan lapangan gas raksasa di Laut Arafura itu mulai berproduksi pada periode 2029-2030, dengan sekitar 40 persen hasil produksinya dialokasikan untuk kebutuhan domestik, sementara sisanya ditujukan bagi pasar ekspor.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

Harga Daging Sapi Tembus Rp153 Ribu/Kg, Zulhas Buka Opsi Subsidi APBN-APBD

Selasa, 25 Agustus 2026 | 14:18

LPSK Beri Perlindungan kepada Ferry Hongkiriwang, Saksi Kasus Febrie Adriansyah

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:54

Urusan Gula Konsumsi Aman, Kementan Kini Bidik Target Gula Industri di 2028

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:45

Ahmed al-Sharaa Sambut Keputusan AS Hapus Suriah dari Daftar Sponsor Teror

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:42

Geng Haiti Bantai 40 Pengungsi yang Berlindung di Gereja

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:42

Wajah Baru Jakarta, Wagub Rano Resmikan Jaksinema Pasar Rumput

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:29

BMKG Maksimalkan OMC di Kaltim Sepekan Ini untuk Tangani Karhutla

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:19

Dugaan Setoran Importasi Blueray, KPK Cecar Dua PNS Bea Cukai

Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:50

Kasus OTT Unsoed Bisa Saja Terjadi di Kampus Lain

Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:46

Perketat Imigrasi, Trump Bersiap Cabut 200 Ribu Visa WNA

Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:46

Selengkapnya