Ilustrasi Rupiah. (Foto: RMOL/Reni Erina)
Sektor pariwisata dan hiburan tanah air terbukti menjadi motor penggerak ekonomi yang nyata sepanjang paruh pertama tahun ini.
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mencatat penyelenggaraan berbagai agenda wisata, baik skala daerah, nasional, maupun internasional, sukses menghasilkan perputaran uang sedikitnya Rp858,12 miliar.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan bahwa dampak ekonomi dari sektor ini sangat konkret dan langsung dirasakan oleh masyarakat di lapangan.
"Tidak berhenti di ranah penghargaan, pariwisata juga memberikan dampak ekonomi nyata melalui berbagai event yang digelar dari Januari hingga bulan Juni 2026," ujar Widiyanti dalam Konferensi Pers Update Program Prioritas di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI), Jakarta, dikutip Kamis 16 Juli 2026.
Dari total 125 agenda daerah yang tersebar di 38 provinsi dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN) 2026, sebanyak 39 acara telah terlaksana hingga akhir Juni. Kemenpar telah merampungkan evaluasi dampak ekonomi terhadap 28 acara di antaranya.
Hasilnya, 28 festival daerah tersebut berhasil menarik 2,46 juta kunjungan wisatawan, melibatkan lebih dari 7.200 UMKM, serta membuka lapangan kerja bagi 61.000 pekerja seni dan komunitas.
"Dari penyelenggaraan 28 KEN tersebut diperoleh total perputaran ekonomi sebesar Rp196,97 miliar," kata Widiyanti.
Di luar program KEN, pemerintah juga aktif menyokong puluhan agenda hiburan lainnya. Sepanjang semester pertama, realisasi dukungan diberikan pada 17 event nasional dan delapan event internasional yang sukses menyedot perhatian lebih dari 614.000 pengunjung, menggandeng 1.326 UMKM, serta memberdayakan lebih dari 18.000 pekerja seni dengan estimasi perputaran uang menyentuh Rp661,15 miliar.
Optimisme berlanjut ke paruh kedua tahun ini dengan kesiapan Indonesia menggelar sederet festival musik dan konser mega bintang dunia, mulai dari konser BTS, Joyland Festival, Prambanan Jazz Festival, We The Fest, Djakarta Warehouse Project, Hammersonic, hingga konser The Weeknd.
Widiyanti menggarisbawahi bahwa rangkaian agenda besar ini ditargetkan untuk semakin memperkuat posisi tawar pariwisata Indonesia di kancah global.
“Pemerintah juga menargetkan penyelenggaraan berbagai event tersebut dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi wisata berbasis pengalaman (event-based tourism) yang mampu mendorong pertumbuhan sektor pariwisata sekaligus menciptakan peluang usaha bagi UMKM dan ekonomi kreatif,” tandasnya.