Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Bursa Eropa Menguat Tipis, Saham Luxury Redam Tekanan Konflik AS-Iran

KAMIS, 16 JULI 2026 | 07:00 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa saham Eropa menguat tipis meski investor masih dibayangi eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Penguatan pasar terutama ditopang lonjakan saham sektor barang mewah yang mampu mengimbangi pelemahan saham teknologi dan telekomunikasi.

Pada penutupan perdagangan Rabu, 15 Juli 2026, waktu setempat, indeks STOXX 600 naik 0,12 persen ke level 642,84. Di bursa utama, CAC 40 Prancis menguat 0,19 persen, sementara FTSE 100 Inggris turun 0,13 persen dan DAX Jerman melemah 0,59 persen akibat tekanan pada saham Infineon Technologies yang anjlok 6,28 persen.

Dari sisi sektoral, saham barang mewah menjadi penggerak utama pasar dengan kenaikan 3,22 persen. Penguatan dipimpin Richemont yang melesat 6,68 persen setelah mencatat kinerja kuartal pertama di atas ekspektasi berkat tingginya permintaan perhiasan di Asia dan Amerika. Sebaliknya, sektor teknologi turun 0,53 persen, sementara saham ASML terkoreksi 0,41 persen meski perusahaan menaikkan proyeksi penjualan tahun 2026.


Pelaku pasar sempat berharap musim laporan keuangan kuartal II 2026 dapat mengalihkan perhatian dari risiko geopolitik ke fundamental perusahaan. Namun hingga pertengahan pekan, STOXX 600 baru mencatat kenaikan sekitar 0,27 persen, menunjukkan optimisme investor masih terbatas.

Ketegangan meningkat setelah AS kembali melancarkan serangan terhadap Iran. Sebagai respons, Teheran mengancam akan menghentikan lebih banyak ekspor energi dari kawasan. Kondisi ini memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global sekaligus menambah ketidakpastian mengenai arah kebijakan suku bunga bank sentral.

Di sisi lain, Axfood menjadi saham dengan pelemahan terdalam setelah merosot 14,89 persen akibat laba kuartalan yang berada di bawah ekspektasi analis. Sementara itu, pejabat Bank Sentral Eropa (ECB) menegaskan belum melihat perlunya kebijakan moneter yang lebih ketat karena tekanan inflasi lanjutan masih terbatas.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Direksi BUMN Butuh Kepastian Hukum, Bukan Kekebalan

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:59

Menkop dan Wantimpres Rocky Gerung Hadiri Pra Kongres Syarikat Islam ke-42

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:50

Kakak Kandung Ridwan Kamil Dicecar KPK soal Kasus Korupsi bjb

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:46

IHSG Menguat 1,36 Persen, Rupiah Masih Dibayangi Konflik Timur Tengah

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:38

Legislator PDIP Ungkap Sejumlah Isu yang Dibahas dalam Revisi UU Pemilu

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:21

BOP Pantura Bentukan Prabowo untuk Jaga Kawasan Pesisir

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:04

Perampasan Aset Tanpa Pemidanaan Rentan Disalahgunakan

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:56

Warek Unsoed Dicecar KPK soal Mekanisme PMB Jalur Mandiri

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:37

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah jadi Kunci

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:35

GWS Dorong UMKM jadi Ruang Perempuan Perkuat Peran Ekonomi

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:25

Selengkapnya