Berita

Ilustrasi. (Foto: Humas Telkom)

Nusantara

Telkom Cegah Kerusakan Terumbu Karang Lewat Program ‘Bisa Biru’

RABU, 15 JULI 2026 | 18:05 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Kondisi ekosistem laut di beberapa wilayah Indonesia saat ini membutuhkan perhatian yang sangat mendesak. Berdasarkan data Mongabay tahun 2025, kondisi tutupan terumbu karang di Pulau Buru, Maluku, didominasi oleh kategori buruk dengan rata-rata hanya mencapai 24,79 persen jika mengacu pada Keputusan Menteri Lingkungan Hidup (Kepmen LH) No. 4 Tahun 2001. 

Penurunan kualitas ekosistem ini mengancam keanekaragaman hayati laut dan kesejahteraan masyarakat pesisir yang bergantung padanya, sehingga diperlukan langkah pemulihan yang masif dan kolaboratif. ‘Semangat Bersama Telkom Jadi Bisa’ kini diwujudkan sebagai solusi nyata untuk menjawab tantangan kelestarian laut tersebut.

Merespons tantangan lingkungan tersebut, TelkomGroup meluncurkan inisiatif strategis melalui pilar lingkungan Bisa Lestari. Di bawah pilar ini, Telkom menghadirkan Bisa Biru, sebuah program yang didedikasikan khusus untuk restorasi ekosistem pesisir dan laut di Indonesia. 


Mengusung semangat ‘Bersama Jadi Bisa’, inisiatif ini berfungsi sebagai penggerak pemulihan ekosistem bawah laut sekaligus menjadi kontribusi Telkom dalam mendukung dan memperbaiki kualitas kawasan konservasi perairan nasional demi masa depan bumi yang Bisa Lestari.

Sebagai bentuk aksi nyata, program Bisa Biru ini dilaksanakan di Pulau Buru, Maluku, pada tanggal 3-10 Juni 2026, sekaligus momentum untuk merayakan Hari Laut Sedunia dengan tema "Ibu Karang: Coral Reefs Restoration & Beyond". 

Dalam pelaksanaannya, Telkom menurunkan 50 substrat sebagai media tanam baru dan melakukan transplantasi sebanyak 2.500 fragmen terumbu karang berkelanjutan, yang diikuti dengan pendataan serta riset berkala. 

Selain pemulihan fisik bawah laut, aspek sosial turut disentuh melalui pemberdayaan perempuan pesisir yang bergerak sebagai "Ibu Karang", didukung dengan sesi diskusi interaktif mengenai pentingnya konservasi ekosistem terumbu karang bersama komunitas lokal.

Sebagai perusahaan digital, Telkom juga berfokus pada kelanjutan lingkungan. Restorasi terumbu karang di Pulau Buru ini merupakan langkah strategis Telkom dalam merespons kondisi kritis ekosistem laut di wilayah tersebut. 

Melalui program Bisa Biru, Telkom tidak hanya berfokus pada pemulihan lingkungan fisik bawah laut, tetapi juga membangun kemandirian masyarakat lokal. 

“Dengan melibatkan kelompok perempuan sebagai 'Ibu Karang', Telkom ingin memastikan bahwa semangat Bersama Jadi Bisa dapat menjaga laut ini dapat mengakar kuat di dalam keluarga dan komunitas pesisir, sehingga dampaknya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh generasi mendatang," ujar Senior General Manager Social Responsibility Telkom Indonesia, Hery Susanto, dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Rabu, 15 Juli 2026.

Program restorasi ini merupakan implementasi nyata dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) TelkomGroup yang berkomitmen penuh terhadap prinsip bisnis yang berkelanjutan. 

Melalui aksi pelestarian di Pulau Buru ini, Telkom berkontribusi aktif dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 14 (Ekosistem Laut/Life Below Water) serta SDG 5 (Kesetaraan Gender/Gender Equality) melalui pemberdayaan perempuan pesisir.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Direksi BUMN Butuh Kepastian Hukum, Bukan Kekebalan

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:59

Menkop dan Wantimpres Rocky Gerung Hadiri Pra Kongres Syarikat Islam ke-42

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:50

Kakak Kandung Ridwan Kamil Dicecar KPK soal Kasus Korupsi bjb

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:46

IHSG Menguat 1,36 Persen, Rupiah Masih Dibayangi Konflik Timur Tengah

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:38

Legislator PDIP Ungkap Sejumlah Isu yang Dibahas dalam Revisi UU Pemilu

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:21

BOP Pantura Bentukan Prabowo untuk Jaga Kawasan Pesisir

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:04

Perampasan Aset Tanpa Pemidanaan Rentan Disalahgunakan

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:56

Warek Unsoed Dicecar KPK soal Mekanisme PMB Jalur Mandiri

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:37

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah jadi Kunci

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:35

GWS Dorong UMKM jadi Ruang Perempuan Perkuat Peran Ekonomi

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:25

Selengkapnya