Berita

Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP Mohammad Alfansyah. (Foto: Dokumentasi Kemenkeu)

Bisnis

Kebutuhan Dana B50 Capai Rp32,3 Triliun, BPDP Pastikan Kas Aman

RABU, 15 JULI 2026 | 17:36 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP) memastikan pendanaan untuk mendukung implementasi program mandatori biodiesel B50 tetap aman. 

Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP Mohamnad Alfansyah mengatakan, kebutuhan dana operasional program B50 diproyeksikan berada di kisaran Rp32,3 triliun. 

Namun, likuiditas yang dimiliki dinilai masih cukup untuk membiayai seluruh program prioritas di sektor sawit, dan tidak akan mengurangi alokasi bagi program-program strategis lainnya.


Ia menjelaskan, pendanaan untuk Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), penyediaan sarana dan prasarana (sarpras), pengembangan sumber daya manusia (SDM), hingga kegiatan riset kelapa sawit tetap menjadi prioritas BPDP.

"(Kesiapan dana) BPDP siap support saja," tegas Alfansyah di Jakarta pada Rabu, 15 Juli 2026.

“PSR, sarpras, riset, SDM, tidak boleh tidak ada dananya," sambungnya.

Selain mendukung implementasi B50, BPDP juga tengah menyiapkan dukungan pembiayaan untuk penyediaan solar nonsubsidi dengan harga khusus bagi nelayan. Program tersebut dirancang untuk kuota 400 ribu kiloliter dengan kebutuhan anggaran diperkirakan kurang dari Rp1,5 triliun.

Terkait wacana kenaikan tarif pungutan ekspor produk kelapa sawit untuk memperkuat kas BPDP, Alfansyah menilai kebijakan tersebut belum diperlukan pada tahun ini. Menurutnya, kondisi likuiditas saat ini masih memadai untuk membiayai seluruh program yang telah direncanakan.

"Insya Allah cukup, tahun ini cukup," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut implementasi biodiesel B50 diproyeksikan mampu menghemat devisa negara hingga Rp177 triliun. 

Menurutnya, penggunaan campuran biodiesel tersebut akan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor solar sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Airlangga juga mengatakan peluncuran B50 menjadi salah satu strategi pemerintah menghadapi ketidakpastian ekonomi global akibat konflik geopolitik dan disrupsi teknologi. 

Selain itu, kebijakan tersebut diperkirakan dapat mendukung target net zero emission dengan menurunkan emisi sekitar 44 juta ton setara karbon dioksida (CO2).

"Kemarin Bapak Presiden meluncurkan yang namanya B-50 dan B-50 itu menunjukkan bahwa Indonesia bisa punya kekuatan sendiri karena dengan B-50 solar itu kita tidak impor lagi dan kita menghemat devisa Rp177 triliun dan berkontribusi terhadap net zero emission 44 juta ton CO2 setara," kata Airlangga di Jakarta, Jumat 10 Juli 2026.


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

UPDATE

Tumbuhkan Mimpi Puluhan Anak Nelayan Cilincing Lewat Nobar Film

Senin, 14 September 2026 | 03:18

Sejumlah Alutsista TNI Gercep Sisir Korban KM Virgo Transport 8

Senin, 14 September 2026 | 02:55

Kesehatan di Tepi Republik

Senin, 14 September 2026 | 02:29

Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Bukti Kepercayaan Dunia Usaha Terus Menguat

Senin, 14 September 2026 | 01:54

Terpilih jadi Ketum HPK Kosgoro 1957, Eric Hermawan Langsung Tancap Gas Konsolidasi

Senin, 14 September 2026 | 01:24

Abu Vulkanik Berbahaya bagi Air dan Ikan, Begini Penjelasannya

Senin, 14 September 2026 | 00:55

KDM Dinilai Lebih Utamakan Pencitraan Ketimbang Solusi Defisit APBD Jabar

Senin, 14 September 2026 | 00:33

Menuju HUT ke-81, Panglima TNI Buka Rangkaian 72 Lomba Open Turnamen

Senin, 14 September 2026 | 00:11

SOKSI Siap Tempuh Jalur Hukum Gugat 'Bocor Alus Tempo'

Minggu, 13 September 2026 | 23:48

Asta Cita, Zakat, dan Jalan Baru Mengentaskan Kemiskinan

Minggu, 13 September 2026 | 23:24

Selengkapnya