Berita

Presiden Prabowo Subianto mampir di kediaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo beberapa waktu lalu. (Foto: istimewa)

Politik

Keretakan Hubungan Prabowo-Jokowi Mengarah ke Perpecahan

RABU, 15 JULI 2026 | 12:22 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Hubungan politik Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dinilai telah menunjukkan tanda-tanda keretakan, meski belum sampai pada titik perpecahan.

Pengamat politik Ray Rangkuti mengatakan, indikasi tersebut sebenarnya sudah terlihat sejak sekitar tujuh bulan terakhir.

"Saya kira sejak tujuh bulan lalu sudah mengisyaratkan keretakan. Belum pecah, tapi dia retak," kata Ray di kanal Youtube Hendri Satrio, Rabu, 15 Juli 2026.


Menurutnya, keretakan tersebut berpotensi berkembang menjadi perbedaan arah politik menjelang Pemilu 2029.

"Retak itu ke arah pecah. Jadi mungkin pecahnya di 2028, di mana kemungkinan Jokowi dengan Prabowo akan berbeda jalan," ujarnya.

Ray menduga, salah satu indikatornya adalah mulai intensnya aktivitas safari politik yang dilakukan Jokowi ke sejumlah daerah.

"Kenapa beliau mulai jalan-jalan? Dugaan saya atau analisa saya, karena saya merasa Gibran hanya punya peluang sekitar 30 persen untuk kembali dipilih Prabowo sebagai pasangan pada 2029," katanya.

Meski demikian, Ray menegaskan peluang tersebut masih sangat dinamis dan dapat berubah mengikuti perkembangan politik nasional dalam beberapa tahun ke depan. Karena itu, Ray memperkirakan Prabowo akan mempertimbangkan figur lain sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2029.

Di sisi lain, ia menilai Jokowi juga akan menyiapkan sejumlah skenario politik untuk menjaga keberlanjutan pengaruh politik keluarganya.

"Tampaknya Prabowo akan mencari pasangan lain. Makanya Jokowi menyiapkan tiga skenario. Pertama, tetap bersama Prabowo. Kedua, mendorong Gibran menjadi RI 1 atau RI 2 tetapi tidak bersama Prabowo," jelasnya.

Ray menambahkan, selain menyiapkan strategi jangka panjang menuju Pilpres 2029, menurut analisisnya Jokowi juga mempertimbangkan berbagai kemungkinan dalam jangka pendek.

"Itu kan jangka panjang. Jangka pendeknya, mana tahu ada sesuatu yang membuat Prabowo tidak bisa melanjutkan masa jabatannya sampai 2029. Gibran sudah dipersiapkan untuk bisa menerima estafet kepemimpinan itu," pungkasnya.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Gibran Tanpa Ijazah

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:26

Prabowo dan Presiden FIFA Bakal Saksikan Laga Indonesia Versus Thailand

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:07

GPNN: Listyo Berhasil Ubah Kultur Kerja Polri

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:47

Wantimpres Bukan Sekadar Membenarkan Keputusan Kekuasaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:20

Indonesia Akhiri Asian Games 2026 dengan 5 Emas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:03

95 Persen Aspirasi Buruh Diklaim Masuk RUU Ketenagakerjaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:45

DPR Yakin Merger BUMN Mampu Dongkrak Dividen

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:19

Putusan Sidang Etik Mantan Kasat Reskrim Jakpus Dipertanyakan Kuasa Hukum

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:56

Densus 88 Sikat 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:35

Ketum PPP Targetkan Satu Fraksi di DPRD Surabaya pada Pemilu 2029

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:23

Selengkapnya