Berita

Gedung Bank Indonesia (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Bisnis

Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.025 Triliun pada Akhir Mei 2026

RABU, 15 JULI 2026 | 10:46 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia mencapai 444,4 miliar Dolar AS atau sekitar Rp8.025 triliun hingga akhir Mei 2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan April 2026 yang sebesar 439,8 miliar Dolar AS.

Bank Indonesia (BI) mencatat ULN tumbuh 2,1 persen secara tahunan (year on year/yoy), sedikit lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 2 persen pada April 2026. Kenaikan ini terutama didorong oleh meningkatnya utang luar negeri sektor publik, baik pemerintah maupun bank sentral, di tengah kontraksi ULN swasta yang mulai mereda.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan posisi ULN pemerintah pada Mei 2026 mencapai 217,3 miliar Dolar AS atau tumbuh 3,7 persen (yoy). 


Menurutnya, kenaikan tersebut terutama dipengaruhi oleh aliran masuk dana ke Surat Berharga Negara (SBN) internasional.

"Perkembangan ULN pemerintah tersebut terutama dipengaruhi oleh aliran masuk pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional," kata Denny dalam keterangan resminya, Rabu, 15 Juli 2026.

Denny menilai kondisi tersebut mencerminkan kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia yang tetap terjaga di tengah pembayaran neto pinjaman luar negeri pemerintah yang jatuh tempo.

Berdasarkan penggunaannya, ULN pemerintah dimanfaatkan untuk membiayai sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (22 persen), administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib (20,6 persen), jasa pendidikan (16,2 persen), konstruksi (11,5 persen), serta transportasi dan pergudangan (8,5 persen).

Sementara itu, peningkatan ULN Bank Indonesia didorong oleh naiknya kepemilikan investor nonresiden pada instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

"Sejalan dengan operasi moneter pro-market dan upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dari dampak masih tingginya ketidakpastian global," ujarnya.

Di sisi lain, ULN swasta tercatat sebesar 195,9 miliar Dolar AS atau masih mengalami kontraksi 0,1 persen (yoy), namun lebih baik dibandingkan penurunan 0,5 persen pada April. Perlambatan kontraksi terutama terjadi pada kelompok lembaga keuangan yang mencatat penurunan utang sebesar 0,5 persen, membaik dari kontraksi 5 persen pada bulan sebelumnya.

ULN swasta masih didominasi sektor industri pengolahan, jasa keuangan dan asuransi, pengadaan listrik dan gas, serta pertambangan dan penggalian dengan pangsa 79,9 persen. Selain itu, utang jangka panjang tetap mendominasi dengan porsi 74,9 persen dari total ULN swasta.

BI menegaskan struktur utang luar negeri Indonesia masih sehat dan dikelola secara hati-hati. Hal itu tercermin dari rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang sebesar 29,9 persen pada Mei 2026, dengan utang jangka panjang mendominasi 83,9 persen dari total ULN.


Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Ruang Digital Kondusif Faktor Penting Jaga Stabilitas Ekonomi dan Politik

Rabu, 05 Agustus 2026 | 04:03

Dibungkam Maung Bandung 2-1, STY Sebut Pemain Persija Belum Maksimal

Rabu, 05 Agustus 2026 | 03:43

Kuliah Koperasi untuk Feri Amsari

Rabu, 05 Agustus 2026 | 03:18

Gagasan Anti-Penjajahan Soemitro jadi Modal Bangsa Hadapi Dinamika Global

Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:55

BRI Gelar Kick-Off BRIncubator 2026 Songsong Akselerasi UMKM Naik Kelas

Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:33

Ziarahi Makam Bung Karno, Muzani Tegaskan Indonesia Rumah Bersama

Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:12

Penentu Tingkat Kesuksesan suatu Negara

Rabu, 05 Agustus 2026 | 01:43

Ikan Gabus Baik untuk Ibu Pascamelahirkan, Begini Penjelasannya

Rabu, 05 Agustus 2026 | 01:17

Indonesia-Thailand Makin Mantap Jaga Kawasan Selat Malaka

Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:58

Utang Pinjol Warga RI Naik 25,88 Persen, Tembus Rp105 Triliun Hingga Juni 2026

Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:30

Selengkapnya