Berita

Timnas Prancis harus mengakui superioritas Tim Matador Spanyol dua gol tanpa balas di semifinal Piala Dunia 2026 di Stadion Dallas, Texas, Amerika Serikat, Rabu dini hari WIB, 15 Juli 2026. (Foto:@beINSPORTid)

Publika

Prancis Mati Kutu

RABU, 15 JULI 2026 | 06:05 WIB

APES benar, setiap kali prediksi selalu kalah. Pegang Prancis eh malah diayam-sayur Spanyol 2-0. Namanya juga bola, tak ada yang tahu bisa sudah tempur di lapangan. 

Stadion AT&T, Arlington, mendadak hening. Ivan Barton, wasit asal El Salvador, meminta semua mengheningkan cipta selama semenit. Bahkan nyamuk yang biasa dengung di telinga penonton ikut diam. Begitu peluit pertama dibunyikan, dunia kembali normal. Maksudnya, kembali tidak normal.

Didier Deschamps menurunkan Ayam Jago Galia. Di seberang, Luis de la Fuente membawa The Matador, pasukan yang hobinya bikin lawan pusing seperti dikejar banteng saat festival San Fermin.


Menit ke-9, Adrien Rabiot menerima kartu kuning. Fans Prancis langsung protes sambil mengangkat baguette ke langit, seolah roti itu bisa mengajukan banding ke FIFA.

Petaka datang pada menit ke-20. Lucas Digne menendang Lamine Yamal di kotak penalti dengan gaya kungfu. Ivan Barton tanpa ragu menunjuk titik putih. Dari tribun terdengar suara, "Woi... ini semifinal, bukan tarkam rebutan kambing!"

Menit ke-22, Mikel Oyarzabal maju sebagai algojo. Goool! 1-0 untuk Spanyol!

Pendukung Spanyol di Indonesia mendadak kesurupan banteng. Ada menanduk pintu rumah, pagar, bahkan dispenser karena dikira bek Prancis. Teriakan mereka membuat satelit bergeser beberapa sentimeter dari orbitnya. 

Di Paris, ayam jago seperti kehilangan harga diri. Bulu beterbangan sampai Menara Eiffel tampak ingin pindah ke Barcelona. Konon kopi Emmanuel Macron tumpah sebelum sempat diminum.

Prancis mencoba bangkit. Saliba cedera pada menit ke-30 dan diganti Maxence Lacroix. Menit berikutnya Cucurella mendapat kartu kuning. Rambut kribonya tetap tenang, mungkin sudah kebal diterpa drama sepak bola.

Babak pertama selesai. Di ruang ganti, kedua pelatih berubah jadi penceramah. Deschamps berkata, "Jangan mau damai itu indah. Inilah saatnya membuktikan Prancis juara. Malu dengan rakyat Indonesia banyak jagokan kita lho." 

Sementara Luis de la Fuente menimpali, "Kalau sudah unggul jangan cepat puas. Walau di sebelah ngajak damai, tetap waspada. Mereka itu licik, begitu penonton nyantai, bisanya mereka malah ngangkut brankas lagi." Para pemain bengong. “Bos, ngomong opo toh.” Akhirnya paham dan berteriak, banteng harus menang, merdeka…! 

Babak kedua dimulai. Manu Kone dan Desire Doue masuk. Prancis menyerang habis-habisan. Mbappe berlari ke mana-mana sampai rumput stadion diduga ingin meminta cuti.

Menit ke-58 datang bencana kedua. Dani Olmo mengirim umpan cerdik. Pedro Porro menyambarnya sekali sentuh. Goool! Spanyol unggul 2-0!

Tribun Spanyol langsung kehilangan hubungan dengan hukum fisika. Pendukung berubah menjadi kawanan banteng liar. Sofa ditanduk, galon diseruduk, antena televisi ikut ditanduk karena dianggap pemain cadangan Prancis. Teriakan mereka membuat awan bergeser ke negara tetangga. Burung migrasi putar balik. Trump mau memencet tombol rudal pun terkejut. 

Sebaliknya, pendukung Prancis mendadak lupa cara berkokok. Ayam-ayam kampus pun tidak bisa operasi lagi, sedih.

Menit ke-61, Lamine Yamal sempat mencetak gol. Fans Spanyol sudah siap keliling kompleks membawa panci. Sayang, bendera offside terangkat. Mereka mendadak berhenti seperti motor kehabisan bensin.

Prancis terus membombardir pertahanan Spanyol. Mbappe berkali-kali mencoba, Doue melepaskan tembakan keras, Ferran Torres nyaris menambah gol lewat sundulan, sementara pergantian pemain terus dilakukan kedua pelatih. Namun gawang Spanyol seperti dijaga keberuntungan yang sedang lembur.

Menit ke-86, Mbappe malah menerima kartu kuning. Wajahnya lebih kusut dari kabel charger di laci.

Peluit panjang berbunyi. Prancis kalah 2-0. Ayam Jago Galia resmi diayam-sayur The Matador. Spanyol melaju ke final dengan kepala tegak. Pendukungnya pulang sambil masih merasa bertanduk. Pendukung Prancis pulang mencari bulu ayam yang sejak gol pertama entah beterbangan sampai ke mana.

Tersisa satu tiket final lagi, akan diperebutkan Argentina vs Inggris, 16 Juni 2026 pukul 02.00 WIB.

Rosadi Jamani
Wartawan senior

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Jenderal Agus Subiyanto Tinjau Gladi Bersih Upacara HUT Ke-81 TNI

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 18:11

Rayakan Milad ke-81, GPI Gelar Sidang Dewan Organisasi di Bogor

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 17:22

Jalan Panjang Brigjen Ami Prindani Hingga Jadi Kadensus 88 Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Kurikulum Berbasis Cinta Dorong Pesantren Tanamkan Kesadaran Ekologi

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

PKPA Peradi Profesional Raih Rekor MURI Peserta Terbanyak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:52

Trump Pangkas Dana Iklim Global, Program Konservasi Orangutan RI Ikut Kena Imbas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:22

Ekspor Lesu - Stok Melonjak: Harga Minyak Sawit Mentah Catat Penurunan Mingguan Kedua

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:57

PP GPI Apresiasi Gebrakan Reformasi Suyudi di Tubuh Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:45

DOJ Tutup Kasus Powell, Proyek Renovasi Fed Masih Berujung Audit

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:31

Selengkapnya