Berita

Penyidik Kortas Tipidkor dan Polda Metro Jaya menyita emas hingga uang senilai Rp476 miliar dari sebuah rumah di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat. (Foto: Dok. Polri)

Hukum

Iskandar Sitorus:

Emas dan Duit terkait Febrie Adriansyah Belum Otomatis Hasil Korupsi

RABU, 15 JULI 2026 | 02:32 WIB | LAPORAN: ABDUL ROUF ADE SEGUN

Sekretaris Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW), Iskandar Sitorus menyoroti penyitaan uang sekitar Rp476 miliar dan emas batangan seberat 74 kilogram dari sebuah rumah milik mantan Jampidsus Febrie Ardiansyah di kawasan Sentul, Bogor.

Menurut Iskandar, temuan tersebut memang spektakuler, tetapi secara hukum belum otomatis dapat dikategorikan sebagai hasil korupsi.

Penyidik, lanjutnya, masih harus membuktikan siapa pemilik formal maupun pemilik manfaat aset tersebut, asal-usul dana, waktu perolehan, pola transaksi, serta kaitannya dengan dugaan korupsi batu bara atau klaster perkara lain yang sedang ditangani.


“Barang sitaan tidak otomatis menjadi barang rampasan negara. Hubungannya dengan tindak pidana harus dibuktikan terlebih dahulu,” kata Iskandar, dikutip Rabu 15 Juli 2026.

Iskandar juga mengingatkan bahwa audit kerugian negara dalam perkara dugaan korupsi pasokan batu bara PLTU senilai Rp5 triliun yang disampaikan penyidik masih bersifat indikatif. 

Nilai tersebut masih harus diuji melalui audit investigatif yang memisahkan potensi kerugian akibat manipulasi kualitas, kuantitas, kelebihan pembayaran, biaya operasional tambahan, hingga dampak ekonomi apabila benar terjadi akibat blackout.

Menurutnya, audit memang penting, tetapi tidak dapat menggantikan pembuktian pidana mengenai siapa pelaku, bagaimana modus dijalankan, siapa yang diuntungkan, serta bagaimana hubungan sebab akibat antara perbuatan dengan kerugian negara.

Di sisi lain, Iskandar juga menyoroti pelimpahan penanganan perkara kepada Kejaksaan Agung yang harus dijalankan secara transparan mengingat adanya potensi persepsi konflik kepentingan. Ia menilai proses tersebut harus disertai pengawasan yang ketat agar kepercayaan publik tetap terjaga.

Pada akhirnya, kata Iskandar, perkara dugaan korupsi batu bara ini tidak akan ditentukan oleh banyaknya lokasi penggeledahan maupun besarnya barang sitaan, melainkan oleh kemampuan aparat membangun pembuktian yang utuh dari hulu hingga hilir.

Iskandar menekankan bahwa negara membutuhkan keberanian membongkar korupsi batu bara. Tetapi keberanian tidak diukur dari banyaknya tempat yang digeledah. 

"Keberanian diukur dari kesediaan membongkar seluruh mata rantai, termasuk jika jejaknya mengarah kepada orang berkuasa, lembaga kuat, atau pihak yang selama ini dianggap tidak tersentuh,” pungkas Iskandar.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Keempat Kalinya Indonesia Jadi Tuan Rumah PENSA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:25

OMC Bantu Sejukkan Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:02

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

TVRI dan PIM Jajaki Kolaborasi Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:23

KNMP Kota Sorong Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:00

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:16

BSI Himpun Dana Tabungan Haji Rp18 Triliun, Nasabah Gen Z Naik 30 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:15

Wilayah Berdekatan, Mengapa Jakarta Lebih Panas Saat Bogor Masih Diguyur Hujan?

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:03

KemenHAM Tampilkan Peta Pemenuhan Hak Dasar Hingga Tingkat Desa Berbasis Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:35

Selengkapnya