Berita

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Istimewa)

Politik

Prabowo Jaga Agenda Pemberantasan Korupsi Tak Jadi Konflik Antarpenegak Hukum

SELASA, 14 JULI 2026 | 05:14 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Presiden Prabowo Subianto kemungkinan memilih memanggil seluruh pemegang otoritas keamanan secara bersamaan sebagai bentuk pengambilan kendali (centralized command) terhadap situasi yang berkembang.

Demikian pandangan pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah menanggapi pertemuan tertutup Presiden Prabowo Subianto dengan jajaran pimpinan sektor pertahanan, keamanan, intelijen, dan penegakan hukum di Istana Negara pada Sabtu malam, 11 Juli 2026, 

"Model seperti ini lazim dilakukan ketika kepala negara ingin memastikan seluruh institusi memiliki pemahaman yang sama mengenai arah kebijakan negara," kata Amir, dikutip Selasa 14 Juli 2026.


Pertemuan bersama dinilai lebih efektif dibanding komunikasi secara terpisah karena mampu menghilangkan ruang tafsir yang berbeda di antara para pimpinan institusi.

“Dalam teori manajemen krisis, kepala negara harus menjadi titik temu seluruh institusi. Pesan utamanya adalah tidak boleh ada ego sektoral dan semua aparat harus tetap berada dalam satu garis komando negara,” kata Amir.

Amir menilai Presiden Prabowo memiliki kepentingan besar menjaga agar agenda pemberantasan korupsi tidak berubah menjadi konflik terbuka antarpenegak hukum.

Apabila rivalitas institusional dibiarkan berkembang, kata Amir, maka dampaknya bukan hanya terhadap proses hukum, tetapi juga dapat memengaruhi stabilitas politik, keamanan nasional, hingga kepercayaan investor.

“Dalam perspektif keamanan nasional, ancaman terbesar bukan semata perkara korupsinya, melainkan apabila terjadi polarisasi antarlembaga negara. Itu yang harus dicegah,” kata Amir.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

8.620 Hektare Lahan Kalsel Terbakar, Pemadaman Terganjal Krisis Air

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:24

BRImo Taiwan Manjakan Diaspora dan PMI Kelola Keuangan

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:15

Temuan Bibit Sawit Bongkar Motif Karhutla Bukan Semata karena El Nino

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:52

ISPA dan Rabies Mulai Mengancam Ribuan Pengungsi Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:39

Tolak Demo Berbau Provokasi di DPR, Jaga Jakarta!

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:23

Magang Pengurus KDKMP Replikasi Model Bisnis Berbasis Potensi Desa

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:12

Masa Iddah Politik Calon Ketum PBNU: Bolehkah Perkum Menambah Syarat?

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:06

Menuju Muktamar NU, Nahdliyin Berharap Sejarah 2015 Tak Terulang

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:31

Gebu Minang-Hanura Terbangkan 3,6 Ton Rendang Buat Korban Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:28

Obligasi Sosial Berkelanjutan BRI Raih IDX Channel Anugerah ESG 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:16

Selengkapnya