Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Kesehatan

CDC Selidiki Lebih 1.500 Kasus Cyclospora

SABTU, 11 JULI 2026 | 15:05 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Wabah infeksi parasit Cyclospora terus meluas di Amerika Serikat (AS). Hingga kini, otoritas kesehatan masih belum dapat memastikan sumber penyebab penyebaran penyakit tersebut.

Berdasarkan pembaruan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) per 9 Juli 2026, waktu setempat, sebanyak 843 kasus Cyclospora yang telah terkonfirmasi secara laboratorium dilaporkan dari 31 negara bagian. Namun, CDC juga mengungkapkan bahwa mereka sedang menelaah lebih dari 1.500 kasus tambahan yang diduga merupakan infeksi Cyclospora dan masih menunggu proses konfirmasi.

CDC menegaskan bahwa sejumlah negara bagian mengalami lonjakan kasus dalam dua pekan terakhir dibandingkan periode yang sama tahun lalu.


"Mitra pemerintah negara bagian dan federal sedang bekerja sama menyelidiki beberapa wabah Cyclospora. Investigasi untuk mengidentifikasi sumber penyakit masih berlangsung," tulis CDC, dikutip Sabtu 11 Juli 2026.

Data CDC juga menjelaskan bahwa 86 pasien harus menjalani perawatan di rumah sakit, tetapi belum ada laporan kematian akibat wabah tersebut.

Cyclospora merupakan penyakit pada saluran pencernaan yang disebabkan oleh parasit mikroskopis Cyclospora cayetanensis. Gejala paling umum adalah diare berair, yang sering kali sangat berat dan dapat berlangsung selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan jika tidak diobati. Penderita juga dapat mengalami kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan, kram perut, mual, hingga kelelahan.

CDC memperkirakan jumlah kasus sebenarnya kemungkinan lebih tinggi karena sebagian penderita pulih tanpa mencari pertolongan medis sehingga tidak menjalani pemeriksaan laboratorium.

Sementara itu, terdapat 343 kasus tambahan pada orang yang diduga terinfeksi saat bepergian ke luar AS setelah mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi. Dari kelompok ini, 18 orang dirawat di rumah sakit dan tidak ada kematian yang dilaporkan.

Menurut CDC, kasus Cyclospora biasanya meningkat selama musim semi hingga musim panas, yaitu antara 1 Mei hingga 31 Agustus. Otoritas kesehatan AS bersama FDA masih melakukan penelusuran untuk menemukan sumber makanan yang diduga menjadi penyebab wabah tersebut.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

UPDATE

Rudi Margono Isi Kursi Jampidsus Menggantikan Febrie Adriansyah

Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:24

Pembiayaan Tembus Rp10 T, Laba Bank Mega Syariah Naik 17,56 Persen di Semester I-2026

Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:24

Profil Etik Suryani Bupati Sukoharjo yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:20

Ini Alasan KPK Batal Ikut Konferensi Pers Polda soal Perkara yang Menyeret Jampidsus

Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:04

Jakarta Jadi Kota Termahal ke-21 di Dunia pada 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:42

Inggris Siapkan Bonus Fantastis Jika Juara Piala Dunia 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:37

Saham SK Hynix Melonjak 13 Persen Saat Debut di Nasdaq

Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:31

Komisi III DPR Soroti Kasus Korupsi Batu Bara dan Isu Mundurnya Jampidsus

Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:16

Biarkan Kortas Polri Usut Dugaan TPPU Jampidsus Tanpa Intervensi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:00

Jumlah Investor BBTN Kembali Melonjak per Juni 2026, Akhiri Tren Penurunan Dua Bulan

Sabtu, 11 Juli 2026 | 12:51

Selengkapnya