Berita

Profil Etik Suryani (Sumber: PPID Sukoharjo)

Hukum

Profil Etik Suryani Bupati Sukoharjo yang Terjaring OTT KPK

SABTU, 11 JULI 2026 | 14:20 WIB | OLEH: TIFANI

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Sukoharjo Etik Suryani dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Kamis (9/7/2026). Setelah diamankan, Etik Suryani lebih dulu menjalani pemeriksaan di Mapolresta Solo hingga Jumat (10/7/2026).

Etik Suryani kemudian dibawa ke Jakarta melalui Bandara Adi Sumarmo, Boyolali. Saat ini, KPK belum membuka perkara yang melatarbelakangi operasi tangkap tangan maupun pihak lain serta barang bukti yang ikut diamankan. 

Profil Etik Suryani


mengutip laman resmi Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, Etik Suryani lahir di Solo pada 15 Maret 1963. Ia mengawali pendidikan di SD Negeri No. 85 Tegalmulyo, Surakarta, dan lulus pada 1975.

Selanjutnya, Etik Suryani menempuh pendidikan di SMP IX Surakarta hingga lulus pada 1979. Ia menyelesaikan pendidikan menengah atas di SMA Negeri Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, pada 1982.

Etik Suryani melanjutkan pendidikan tinggi dengan meraih gelar Sarjana (S1) dari Universitas Surakarta pada 2010. Delapan tahun kemudian, ia menyelesaikan program Magister (S2) di STIE AUB Surakarta.

Sebelum terjun ke dunia politik, Etik Suryani berkarier di Bank Bumi Arta Tbk Surakarta sejak 1983 hingga 2010. Karier politiknya kemudian membawanya terpilih sebagai Bupati Sukoharjo untuk periode 2021-2025.

Pada Pilkada Serentak 2024, Etik Suryani kembali memenangkan pemilihan dan melanjutkan kepemimpinannya sebagai Bupati Sukoharjo untuk periode 2025-2030. Selain menjabat sebagai kepala daerah, Etik Suryani juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan pendidikan. 

Ia dipercaya menjadi Bunda PAUD Kabupaten Sukoharjo pada periode 2010-2015, kemudian kembali mengemban amanah yang sama pada periode 2016-2021. Etik Suryani menerima penghargaan Manggala Karya Kencana dari BKKBN pada 2015, disusul Anugerah PAUD Tingkat Nasional pada 2017.

Pada 2019, Presiden Republik Indonesia menganugerahkan Satyalancana Wira Karya kepadanya. Selain itu, Etik Suryani juga tercatat menerima penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID).

Menyandur Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan pada 27 Maret 2026 untuk pelaporan periodik tahun 2025, total kekayaan Etik Suryani mencapai Rp 9.119.012.976. Nilai aset terbesar berasal dari kepemilikan tanah dan bangunan senilai Rp 4.893.000.000.

Ia tercatat memiliki tanah seluas 358 meter persegi di Kabupaten Wonogiri senilai Rp 278.000.000. Tanah seluas 264 meter persegi di Kabupaten Sukoharjo senilai Rp 1.406.000.000.

Dalam laporan tersebut Etik Suryani juga memiliki tanah dan bangunan seluas 264 meter persegi/150 meter persegi di Kabupaten Sukoharjo senilai Rp 990.000.000. Tanah seluas 6.095 meter persegi di Kabupaten Wonogiri senilai Rp 999.000.000.

Kemudian, tanah seluas 2.598 meter persegi di Kabupaten Sukoharjo senilai Rp 855.000.000 dan seluas 209 meter persegi di Kabupaten Sukoharjo senilai Rp 365.000.000. Etik Suryani juga melaporkan kepemilikan Toyota Minibus tahun 1980 senilai Rp 98.000.000, Toyota Minibus tahun 1977 senilai Rp 125.000.000, dan Toyota Vellfire 2.4 A/T tahun 2010 senilai Rp 252.000.000.

Harta bergerak lainnya senilai Rp 2.778.000.000 dan kas atau setara kas senilai Rp 973.012.976.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya