Berita

Ilustrasi (Imagined by Babbe)

Kesehatan

Harapan Baru untuk Pasien ATTR-CM Tertunda, Wainua Gagal di Uji Klinis Akhir

SABTU, 11 JULI 2026 | 09:24 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harapan menghadirkan terapi baru bagi pasien transthyretin-mediated amyloid cardiomyopathy (ATTR-CM) harus tertunda setelah obat eksperimental Wainua (eplontersen) gagal memenuhi target utama dalam uji klinis fase III.

Wainua dikembangkan AstraZeneca bersama Ionis Pharmaceuticals sebagai terapi untuk ATTR-CM, penyakit progresif yang disebabkan penumpukan protein transthyretin abnormal pada jantung. Kondisi ini dapat menyebabkan gagal jantung dan meningkatkan risiko kematian.

Dikutip dari laman resmi persahaan, Sabtu 11 uli 2026, di dalam uji klinis CARDIO-TTRansform yang berlangsung selama 140 minggu, Wainua tidak mampu menunjukkan penurunan yang signifikan terhadap angka kematian akibat penyakit kardiovaskular maupun kejadian kardiovaskular berulang dibandingkan kelompok yang menerima plasebo dengan terapi standar.


Sejumlah analis menilai hasil tersebut kemungkinan dipengaruhi tingginya penggunaan Vyndamax, obat yang telah lebih dahulu dipasarkan oleh Pfizer. Lebih dari 80 persen peserta penelitian diketahui telah atau mulai menggunakan Vyndamax selama uji klinis berlangsung, sehingga manfaat Wainua sebagai terapi tunggal dinilai sulit diukur secara optimal.

Meski analisis pada kelompok pasien tertentu masih menunjukkan potensi manfaat, hasil tersebut tidak cukup kuat untuk mengubah kesimpulan utama penelitian.

Kegagalan ini menjadi salah satu kemunduran terbesar AstraZeneca dalam pengembangan terapi penyakit jantung dalam beberapa tahun terakhir. 

Selain memukul prospek komersial Wainua, hasil uji klinis tersebut juga diperkirakan akan memengaruhi arah pengembangan obat-obatan kardiovaskular perusahaan pada masa mendatang. 
Kegagalan ini juga memukul saham perusahaan dua hari berturut-turut. Saham AstraZeneca kembali merosot lebih dari 3 persen setelah sehari sebelumnya, atau Kamis, anjlok 6,72 persen.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Prabowo Kumpulkan Ratusan Pengurus Kadin se-Indonesia di Istana

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:26

Larangan Dapur MBG Gunakan Barang Bersubsidi Sudah Tepat

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:25

Cegah Gagal Panen, Komisi IV DPR Minta Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:03

Indonesia-Tiongkok Perkuat Kemitraan Strategis Berbasis Ekonomi Hijau

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:53

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dinilai Paling Siap, Palangka Raya jadi Percontohan Digitalisasi Perlinsos Berbasis IKD

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:33

Praperadilan Ketiga Roy Suryo, Ahli Perkuat Dalil Permohonan Ganti Rugi Rp206 Juta

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:32

Jakarta Gandeng Banten Bangun Kawasan Ketahanan Pangan Terpadu

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:27

Digitalisasi Perizinan Tutup Celah Perdagangan Satwa Liar Ilegal

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:12

IHSG Sesi I Menguat 29 Poin, Saham TINS DEWA dan BBCA Paling Memikat Investor

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:12

Selengkapnya