Berita

Bincang-bincang Serius Tapi Santai Aktivis Jakarta di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat 10 Juli 2026.(Foto: RMOL)

Nusantara

Jakarta Menuju Kota Global Dimulai dari Penguatan Kualitas SDM

SABTU, 11 JULI 2026 | 05:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pembangunan Jakarta sebagai kota global harus dimulai dari penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM). 

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim memastikan Pemprov DKI Jakarta menjadikan peningkatan akses pendidikan sebagai prioritas, di antaranya melalui perluasan penerima manfaat Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), hingga penguatan program beasiswa.

"Jakarta kini tidak lagi bersaing dengan kota-kota lain di Indonesia, melainkan harus mampu bersaing dengan kota-kota besar dunia," kata Chico dalam bincang-bincang Serius Tapi Santai Aktivis Jakarta di Balai Kota DKI Jakarta,  Jumat 10 Juli 2026.


Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) DKI Jakarta, Matsani menegaskan, Pemprov DKI Jakarta mendorong peran aktif kelompok masyarakat sipil dan organisasi kemasyarakatan untuk ikut mengawal transformasi Jakarta menuju kota global. 

Aktivis dinilai memiliki posisi strategis sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadirkan pembangunan yang inklusif serta berkelanjutan.

Matsani mengatakan, Jakarta saat ini berada dalam fase transformasi strategis setelah tidak lagi menjadi ibu kota negara. Perubahan tersebut, kata dia, membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar Jakarta tetap menjadi kota yang kompetitif, modern, dan memiliki karakter kuat.

“Jakarta tidak hanya harus unggul dalam pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga memiliki masyarakat yang inklusif, partisipatif, dan berdaya,” kata Matsani.

Matsani menegaskan, cita-cita menjadikan Jakarta sebagai kota global tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, hingga para aktivis untuk membangun ekosistem kota yang maju.

“Pembangunan Jakarta menuju kota global tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Dibutuhkan kolaborasi yang erat antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan para aktivis Jakarta,” pungkas Matsani.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Peluang Emas Kuliah Gratis Pendaftaran Beasiswa Unggulan 2026 Resmi Dibuka

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Di Posko Pengungsian, Gibran Pastikan Kebutuhan Anak-Anak Terpenuhi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Prioritaskan Guru PPPK Wilayah 3T Jadi PNS

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:19

Utang AS Terus Membengkak, Tekanan Fiskal Makin Besar

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:16

Jangan Sampai Utang Gerogoti Ruang Fiskal

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:07

Purbaya Siapkan Rp31 Triliun untuk Pengalihan PPPK ke Pusat

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:05

Emas “di Bawah Bantal” Warga RI Capai 1.800 Ton, Nilainya Diprediksi Tembus Rp4.400 Triliun

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:01

Tak Benar Febrie Minta Emas 74 Kg hingga Uang Dikembalikan

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:45

Pemerintah Raup Rp34 Triliun dari Lelang SUN

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Iran Siapkan Serangan Balasan hingga Eropa Jika AS Perluas Perang

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Selengkapnya