Berita

Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar), Sugiyanto. (Foto: RMOL)

Nusantara

Status Kota Gobal Diukur Lewat Kualitas Transportasi hingga Daya Saing Ekonomi

JUMAT, 10 JULI 2026 | 23:25 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Percepatan pembangunan Jakarta menuju kota global tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik. 

Sebab, peningkatan kualitas layanan air bersih, sanitasi, lingkungan, transportasi, inovasi, hingga sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor utama agar Jakarta mampu menembus 50 besar kota global pada 2030.

Hal itu disampaikan Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar), Sugiyanto dalam bincang-bincang Serius Tapi Santai Aktivis Jakarta di Balai Kota DKI Jakarta,  Jumat 10 Juli 2026.


Sugiyanto menjelaskan, konsep Jakarta sebagai kota global memiliki landasan hukum yang kuat melalui Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta (DKJ). 

Dalam beleid tersebut, Jakarta ditetapkan sebagai pusat perekonomian nasional sekaligus kota global, yang kemudian diperkuat dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) menuju Indonesia Emas 2045.

"Status kota global diukur melalui berbagai indikator internasional, mulai dari kualitas transportasi, lingkungan, tata kelola pemerintahan, daya saing ekonomi, inovasi, hingga kualitas hidup masyarakat," kata Sugiyanto.

Saat ini, kata Sugiyanto, posisi Jakarta masih berada di kisaran peringkat ke-71 dalam salah satu indeks kota global sehingga membutuhkan percepatan pembangunan di berbagai sektor. Kemudian, ia menilai, target layanan air bersih 100 persen yang tercantum dalam RPJMD DKI Jakarta 2025-2029 menjadi salah satu indikator penting menuju kota global. 

"Persoalan kota global bukan hanya soal gedung-gedung tinggi atau pembangunan fisik, tetapi mencakup banyak aspek yang saling berkaitan," pungkas Sugiyanto.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Prabowo Kumpulkan Ratusan Pengurus Kadin se-Indonesia di Istana

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:26

Larangan Dapur MBG Gunakan Barang Bersubsidi Sudah Tepat

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:25

Cegah Gagal Panen, Komisi IV DPR Minta Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:03

Indonesia-Tiongkok Perkuat Kemitraan Strategis Berbasis Ekonomi Hijau

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:53

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dinilai Paling Siap, Palangka Raya jadi Percontohan Digitalisasi Perlinsos Berbasis IKD

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:33

Praperadilan Ketiga Roy Suryo, Ahli Perkuat Dalil Permohonan Ganti Rugi Rp206 Juta

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:32

Jakarta Gandeng Banten Bangun Kawasan Ketahanan Pangan Terpadu

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:27

Digitalisasi Perizinan Tutup Celah Perdagangan Satwa Liar Ilegal

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:12

IHSG Sesi I Menguat 29 Poin, Saham TINS DEWA dan BBCA Paling Memikat Investor

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:12

Selengkapnya