Berita

Hukum

Tegang! Gedung Promoter Dijaga Puluhan Brimob Bersenjata Lengkap Jelang Konferensi Pers

JUMAT, 10 JULI 2026 | 17:05 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Atmosfer ketat dan tegang menyelimuti Gedung Promoter Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat petang, 10 Juli 2026.

Pantauan RMOL, puluhan personel Korps Brimob bersenjata lengkap diterjunkan untuk mengawal ketat area tersebut menjelang konferensi pers pengungkapan kasus.

Sekitar pukul 16.30 WIB, personel baret biru tua tampak bersiaga penuh di pintu utama Gedung Promoter hingga ke akses masuk area parkiran. Gedung Promoter merupakan markas kerja Kapolda dan Wakapolda Metro Jaya.


Tak hanya personel berkualifikasi khusus, sederet kendaraan taktis (rantis) milik Korps Brimob Polri juga ikut diparkir memagari sejumlah titik di Mapolda Metro Jaya.

Di antaranya terlihat satu unit rantis Todak, satu unit Barracuda, empat unit rantis Rimueng, satu unit water cannon, serta iring-iringan empat truk, tujuh bus, dan puluhan sepeda motor dinas taktis Brimob.

Sementara itu, beberapa penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya dan Kortas Tipidkor Polri mulai sibuk menggotong tumpukan barang bukti ke lokasi konferensi pers. Sedianya, rilis pengungkapan kasus ini akan digelar Jumat malam ini.

Polda Metro Jaya bersama Kortas Tipidkor memang dijadwalkan blak-blakan membeberkan perkembangan penyidikan kasus megakorupsi pengadaan batu bara PT PLN, pengelolaan dana Asabri-Jiwasraya periode 2020-2025, serta TPPU PT CBS.

Kasus ini menyedot perhatian publik setelah tim gabungan mengobrak-abrik 13 lokasi sejak Rabu, 8 Juli 2026. Mulai dari perkantoran swasta hingga rumah mewah di kawasan elite Jakarta dan Bogor, termasuk sebuah rumah di Sentul yang belakangan diketahui milik Jampidsus Febrie Adriansyah.

Dari rangkaian penggeledahan itu, polisi menyita barang bukti bernilai fantastis. Di antaranya uang tunai mencapai Rp60 miliar di sebuah kafe dan money changer di Cipete, serta temuan mencengangkan di rumah Sentul berupa gepokan Dolar AS dan Singapura senilai ratusan miliar bersama kepingan emas murni seberat 74 kilogram yang disimpan di dalam tujuh koper.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya