Berita

Gedung Bursa Efek Indonesia (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Saham RANS Langsung ARA di Hari Perdana, IPO Raffi-Nagita Disambut Antusias

JUMAT, 10 JULI 2026 | 10:52 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS) resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat 10 Juli 2026 dengan kode emiten RANS. 

Pada hari pertama perdagangan, saham perseroan langsung melesat hingga menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA).

Saham RANS dibuka menguat 34,12 persen atau naik 58 poin ke level Rp228 per saham, dari harga penawaran umum perdana (IPO) sebesar Rp170 per saham.


Direktur Utama RANS, Nagita Slavina, mengatakan keputusan membawa perusahaan melantai di bursa didorong oleh keinginan untuk membangun bisnis bersama para investor.

"Karena mimpi sebesar ini tidak bisa dibangun sendirian," ujar Nagita dalam seremoni pencatatan saham perdana RANS di BEI, dikutip redaksi di Jakarta.

Ia berharap kehadiran RANS di pasar modal menjadi bukti bahwa sebuah mimpi besar dapat diwujudkan melalui langkah-langkah kecil yang konsisten.

Dalam aksi korporasi ini, RANS menerbitkan 2,52 miliar saham baru atau setara 20,02 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Dengan harga penawaran Rp170 per saham, perseroan berhasil menghimpun dana sekitar Rp429 miliar.

Berdasarkan prospektus, sekitar 37,61 persen dana hasil IPO akan digunakan untuk kebutuhan operasional, terutama mendukung penyelenggaraan konser di berbagai kota. 

Selanjutnya, 19,08 persen dialokasikan untuk pengembangan bisnis kosmetik merek Slavina, 18,64 persen untuk belanja modal wahana bermain Cipungland, sedangkan sisanya digunakan untuk pembayaran utang serta penyertaan modal kepada anak usaha.

Antusiasme investor terhadap IPO RANS juga terbilang tinggi. Selama masa penawaran umum, jumlah antrean pemesanan saham mencapai 1.092.166 Single Investor Identification (SID). Dalam proses penawaran saham perdana ini, RANS menunjuk PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM)sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Kinerja keuangan perseroan pada 2025 menunjukkan perlambatan. Pendapatan tercatat sebesar Rp353,37 miliar, turun 13,91 persen dibandingkan Rp410,49 miliar pada 2024. 

Laba bersih juga menyusut 41,60 persen menjadi Rp56,68 miliar, dari Rp97,06 miliar pada tahun sebelumnya.


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Dimakamkan di Mashhad

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:21

Wall Street Ditutup Menguat Didorong Harapan Negosiasi Iran-AS

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:08

Terjaring OTT KPK, Bupati Sukoharjo Diduga Peras Perangkat Daerah

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:50

Menkes Budi Ajak Kreator Jadikan Pola Makan Sehat Sebagai Tren Baru

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:45

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Jakarta Dicecar KPK soal Pengadaan Rel di DJKA

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:32

Harga Emas Melonjak Didorong Aksi Bargain Hunting dan Sentimen Geopolitik

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:21

Sentimen AI Pulihkan Bursa Eropa, STOXX 600 Menguat

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:12

OTT di Solo Raya: Selain Bupati Sukoharjo KPK Juga Amankan 4 Orang Lainnya

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:04

Ekonomi NTB Tumbuh 13,64 Persen, Peluang Lahirnya Inovasi Anak Muda Kian Terbuka

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:01

Kepindahan Narji dari PKS ke PSI Dianggap Kutu Loncat Gurem

Jumat, 10 Juli 2026 | 06:58

Selengkapnya