Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

Politik

Prabowo: Banyak Negara Iri dan Benci, Ingin RI Kolaps

KAMIS, 09 JULI 2026 | 21:30 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto menilai kemajuan yang dicapai Indonesia saat ini tidak hanya mengundang perhatian dunia, tetapi juga memunculkan rasa iri dari sejumlah negara. 

Bahkan, menurutnya, ada pihak-pihak yang berharap Indonesia mengalami kekacauan hingga kolaps melalui berbagai narasi negatif yang disebarkan, termasuk di media sosial.

"Kita tidak pernah benci orang, tapi nyatanya banyak yang dengki, iri, maunya ngerjain kita, jelek-jelekin kita. Kampanye di sosmed, Indonesia chaos, Indonesia suram, Indonesia gelap, akan kolaps, akan kolaps," ujarnya saat meluncurkan Program Mandatori Biodiesel B50 di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis, 9 Juli 2026.


Di sisi lain, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia justru semakin mendapat pengakuan internasional. 

Prabowo mengaku terkejut karena banyak tokoh dunia menyoroti keberhasilan Indonesia menjaga stabilitas ekonomi tanpa menaikkan harga BBM bersubsidi di tengah lonjakan harga minyak dunia akibat perang.

"Saya kaget sendiri tokoh-tokoh dunia membicarakan Indonesia. Indonesia kok berhasil, Indonesia kok tidak panik, Indonesia kok tidak naikin harga BBM untuk rakyat kecil," ujarnya.

Prabowo menambahkan, perhatian dunia terhadap Indonesia juga didorong oleh komitmen pemerintah dalam mempercepat transisi energi dan menekan emisi karbon melalui implementasi biodiesel B50. 

Menurutnya, capaian tersebut akan semakin diperkuat dengan pengembangan pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 100 gigawatt dalam dua tahun ke depan.

"Bagaimana nanti kalau kita juga sudah diketahui oleh tim dunia, kita diketahui kita akan bangun 100 gigawatt tenaga surya. 100 gigawatt. Tahun ini PLN akan mulai dengan 17 gigawatt tahun ini. 100 gigawatt dalam dua tahun," tandas Prabowo.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Demokrasi Matang dan Tonggak Sejarah Baru di Maroko Pasca-Pemilu 2026

Rabu, 30 September 2026 | 10:27

Komisi IX DPR Dorong Pekerja Platform Digital Masuk RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Rabu, 30 September 2026 | 10:18

Rupiah Menguat, Intip Proyeksinya Hari Ini

Rabu, 30 September 2026 | 10:07

Prabowo Dorong Rehabilitasi Pengguna Narkoba Berbasis Pendidikan dan Teknologi

Rabu, 30 September 2026 | 10:04

Trump Ganti Istilah AI jadi Super Intelligence

Rabu, 30 September 2026 | 09:50

Dugaan Suap Bela Parahiyangan Investindo Mirip Perkara Summarecon

Rabu, 30 September 2026 | 09:39

Jokowi Sengaja Tunjukkan KTA PSI di Kandang Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 09:36

Jokowi Menyadari Dirinya dan Gibran Sedang Diserang

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Indonesia Usulkan Mekanisme Koordinasi Lintas Negara Berantas Penipuan Daring

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Selengkapnya