Berita

Kondisi salah satu kaca di Gedung Badan Gizi Nasional (BGN) Jakarta pecah, Kamis, 9 Juli 2026. (Foto: Ist)

Nusantara

Pengelola Luruskan Kabar Kaca Gedung BGN Pecah Akibat Tembakan

KAMIS, 09 JULI 2026 | 17:30 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kabar yang menyebut kaca depan Gedung Badan Gizi Nasional (BGN) di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat pecah karena berondongan peluru dipastikan tidak benar. Pihak pengelola gedung menegaskan insiden tersebut murni karena faktor teknis dan cuaca.

Peristiwa yang terjadi pada Kamis siang, 9 Juli 2026 sekitar pukul 11.30 WIB dan sempat memicu kepanikan dan spekulasi adanya aksi teror.

Building Management BGN, Martin, meluruskan bahwa kaca yang pecah tersebut berjenis tempered. Diduga kuat, kaca pecah spontan akibat pemuaian yang dipicu perubahan suhu udara yang ekstrem.


"Enggak ada teror, enggak ada teror. Satu sampai dua tahun sekali pasti ada kaca pecah," ujar Martin saat ditemui wartawan di Gedung BGN, Jakarta Pusat.

Siklus Tahunan

Menurut Martin, insiden kaca pecah secara tiba-tiba ini bukan pertama kalinya terjadi. Dalam beberapa tahun terakhir, kasus serupa pernah terjadi di lantai 5 hingga lantai 8, dan seluruhnya langsung ditangani.

Meskipun pihak pengelola rutin melakukan perawatan pencegahan, Martin mengakui waktu terjadinya pemuaian kaca tempered memang sulit diprediksi.

"Kalau ada kaca pecah ya kita segera ganti. Yang sudah terjadi, satu sampai dua tahun sekali pasti ada yang pecah dan itu kita ganti. Jadi bukan karena apa-apa," jelasnya.

Sebagai langkah mitigasi ke depan, pengelola sebenarnya sudah mulai melapisi kaca gedung dengan kaca film khusus agar pecahannya tidak langsung rontok dan membahayakan orang di bawahnya. Namun, sialnya, kaca yang pecah Kamis siang itu justru termasuk bagian yang belum sempat dipasangi pelindung.

Catatan pengelola menunjukkan fenomena pecah kaca ini sudah berulang sejak periode 2018-2019, termasuk kerusakan pada bagian kanopi dan sisi luar bangunan lainnya.

Penjelasan Karakteristik Kaca dan Kehadiran Polisi

Senada dengan pengelola, Kepala Bagian Umum BGN, Naryana, juga menepis keras rumor penembakan misterius. Ia menjelaskan, secara ilmiah kaca tempered memang memiliki kerentanan pecah sendiri jika terpapar panas berlebih.

"Pemuaian itu karena panas. Kaca tempered kalau pecah pasti ada titiknya," terang Naryana.

Naryana juga meluruskan spekulasi terkait kehadiran sejumlah aparat kepolisian di area gedung yang sempat dikira sedang mengusut kasus penembakan.

Ia menegaskan, kehadiran korps bhayangkara tersebut sama sekali tidak ada hubungannya dengan kaca pecah. Polisi rupanya sudah berjaga sejak pagi untuk mengawal rencana aksi unjuk rasa di sekitar kawasan Kebon Sirih.

"Bukan karena dihubungi (setelah kejadian). Memang tadinya mau ada demo, jadi polisi sudah berjaga di sini," pungkas Naryana.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya