Berita

Presiden Prabowo Subianto meluncurkan Biodiesel B50 (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Bisnis

Prabowo Luncurkan Biodiesel B50, Negara Hemat Devisa Rp170 Triliun

KAMIS, 09 JULI 2026 | 15:40 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan implementasi Program Mandatori Biodiesel B50 di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis, 9 Juli 2026. 

Program tersebut menjadi tonggak baru pemerintah dalam memperkuat kemandirian energi nasional sekaligus menekan ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak (BBM).

Berdasarkan pantauan RMOL, Prabowo yang mengenakan baju safari berwarna krem tiba di lokasi sekitar pukul 13.30 WIB. 


Prabowo kemudian disambut oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri, dan CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani.

Prabowo menerima penjelasan terkait dengan perjalanan program Biodiesel B50 yang diluncurkan hari ini. 

Hadir pula sejumlah pejabat negara, di antaranya Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Mensesneg Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subianto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan doa bersama dan pemutaran video mengenai implementasi biodiesel. 

Selanjutnya, Menteri ESDM menyampaikan laporan terkait kesiapan pelaksanaan Program Mandatori B50 yang mulai diterapkan secara nasional.

Bahlil menyebut B-50 akan meningkatkan nilai tambah industri CPO menjadi Rp23,49 triliun dan menghemat devisa negara hingga Rp170 triliun. 

"Jadi dari B-40 ke B-50 kita bisa menahan devisa kita Rp170 triliun. Jadi ini semakin import kita berkurang. Meningkatkan nilai tambah industri CPO dari Rp20,92 triliun menjadi Rp23,49 triliun," ungkapnya. 

Presiden bersama Menteri ESDM, Menko Ekonomi, CEO BPI Danantara, dan Dirut Pertamina meresmikan program Biodiesel B50 dengan menekan tombol sirine secara bersamaan. 

"Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, Kamis, 9 Juli 2026, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini saya luncurken Biodiesel B50," ucapnya. 

Program B50 mewajibkan pencampuran biodiesel sebesar 50 persen ke dalam bahan bakar minyak jenis solar. 

Kebijakan yang berlandaskan Permen ESDM Nomor 4 Tahun 2025 serta Kepmen ESDM Nomor 257.K/EK.01/MEM.E/2026 itu merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi, meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, dan menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Pemerintah juga memastikan implementasi B50 telah melalui serangkaian pengujian menyeluruh pada enam sektor pengguna mesin diesel, meliputi otomotif, alat dan mesin pertanian, alat berat pertambangan, angkutan laut, pembangkit listrik, hingga kereta api. 

Hasil sementara menunjukkan B50 aman digunakan serta memenuhi aspek kinerja dan kompatibilitas pada berbagai aplikasi mesin diesel.

Untuk mendukung transisi menuju B50, pemerintah memberikan masa penyesuaian hingga 30 September 2026 bagi badan usaha BBM untuk menghabiskan stok biodiesel B40. 

Selama implementasi berlangsung, Kementerian ESDM akan melakukan evaluasi secara berkala setiap tiga bulan guna memastikan kebijakan berjalan efektif sesuai target yang telah ditetapkan.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya