Berita

RDPU Pansus DPR dengan Kementerian Dalam Negeri dan Jajaran, Rabu, 8 Juli 2026. (repro TVR Parlemen)

Politik

Pansus DPR Desak Kemendagri Percepat Penyusunan DIM RUU Daerah Kepulauan

RABU, 08 JULI 2026 | 16:02 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Daerah Kepulauan didorong segera memasuki tahap berikutnya. 

Namun, sebelum pembahasan dipercepat, substansi RUU diminta lebih dulu diselaraskan dengan berbagai peraturan yang telah berlaku agar tidak memunculkan tumpang tindih kewenangan.

Panitia Khusus (Pansus) RUU Daerah Kepulauan DPR bersama DPD dan Kementerian Dalam Negeri Pansus menegaskan bahwa RUU Daerah Kepulauan harus dirumuskan melalui harmonisasi dengan berbagai peraturan perundang-undangan terkait guna memberikan kepastian hukum dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.


"Untuk menghindari tumpang tindih norma dan kewenangan untuk menjamin kepastian hukum dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah," demikian kesimpulan rapat tersebut, Rabu, 8 Juli 2026.

Selain harmonisasi regulasi, Pansus juga meminta pendalaman terhadap sejumlah substansi penting, terutama menyangkut kebijakan afirmasi bagi daerah kepulauan. 

Pendalaman itu meliputi perencanaan pembangunan nasional, afirmasi pendanaan sesuai karakteristik wilayah kepulauan, penguatan kewenangan di bidang kelautan, hingga kemungkinan penugasan dari pemerintah pusat melalui mekanisme tugas pembantuan.

Untuk mempercepat pembahasan, Pansus juga mendorong Kementerian Dalam Negeri segera menyusun Daftar Inventarisasi Masalah (DIM). Penyusunannya diminta dilakukan melalui pendalaman dan koordinasi dengan Bappenas, Kementerian Keuangan, serta kementerian dan lembaga terkait.

Langkah tersebut diperlukan untuk mengonsolidasikan harmonisasi substansi antara RUU Daerah Kepulauan dengan UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah serta berbagai undang-undang sektoral lainnya, sehingga proses pembahasan RUU dapat segera dipercepat.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Investor Diminta Wait and See, Pengamat Prediksi Banyak yang Ditangkap Imbas MSCI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:30

Serangan Houthi Ganggu Ajang Olahraga Saudi, Piala Asia Tetap Sesuai Jadwal

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:14

Putusan MK soal UU Peradilan Militer Momentum Akhiri Impunitas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:06

Komisi III DPR Desak Pelaku Korupsi Dana Bencana Dihukum Maksimal!

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:46

Daftar Negara Masuk Standalone Market MSCI, Ada 12 Negara

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:34

Dihantam Ancaman MSCI, IHSG Terancam Anjlok ke 4.700 Pekan Depan

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:24

Minyak Dunia Tembus 110 Dolar AS

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:07

Profil Hamenang Wajar Ismoyo, Bupati Klaten Tersangka Kasus Suap Audit BPK

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:53

Karhutla Meluas, Legislator Golkar Desak Evaluasi Pencegahan dan Penegakan Hukum

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:52

BMKG Deteksi Sebaran Asap Karhutla hingga Jakarta dan Papua

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:39

Selengkapnya