Berita

Pengasuh Pondok Pesantren Kauman Lasem, KH Muhammad Zaim Ahmad Ma'shoem. (Foto: Dokumentasi PBNU)

Nusantara

Gus Gudfan Layak Dipertimbangkan Pimpin NU, Ini Alasannya

RABU, 08 JULI 2026 | 00:40 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Pengasuh Pondok Pesantren Kauman Lasem, KH Muhammad Zaim Ahmad Ma'shoem, menilai momentum menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) pada 1-5 Agustus 2026 harus menjadi ajang memperkuat persatuan sekaligus melakukan regenerasi kepemimpinan di tubuh PBNU.

Menurut Gus Zaim, dinamika yang mengiringi Munas-Konbes maupun Muktamar merupakan hal yang lumrah dalam organisasi sebesar NU. Perbedaan pandangan seharusnya menjadi proses pendewasaan organisasi, bukan alasan untuk memecah persaudaraan di kalangan nahdliyin.

"Yang terpenting adalah bagaimana NU tetap menjadi rumah bersama yang mampu menjaga ukhuwah, tradisi, dan semangat pengabdian kepada umat," ujar Gus Zaim dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Selasa, 7 Juli 2026.


Dalam pandangannya, salah satu figur yang layak dipertimbangkan sebagai pemimpin NU pada masa mendatang adalah H. Gudfan Arif Ghofur (Gus Gudfan). Ia menilai Gus Gudfan mewakili generasi penerus yang tumbuh dari tradisi pesantren sekaligus memiliki kemampuan menjawab tantangan zaman.

Gus Zaim menjelaskan bahwa kepemimpinan seorang ulama tidak hanya diukur dari kapasitas intelektual, tetapi juga dari kemampuannya menjaga amanah, memperkuat persatuan, dan menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat. Menurutnya, karakter tersebut tercermin dalam perjalanan pengabdian Gus Gudfan.

Ia menilai Gus Gudfan membawa kesinambungan nilai-nilai ulama melalui tiga aspek utama, yakni pewarisan spiritual, intelektual, dan sosial. Dari sisi spiritual, Gus Gudfan dinilai tumbuh dalam tradisi pesantren yang menanamkan akhlak, tawadhu', keikhlasan, dan semangat musyawarah. Dari sisi intelektual, pendidikan pesantren dan sanad keilmuan menjadi bekal untuk menjaga tradisi sekaligus menjawab tantangan modern. Sementara dari sisi sosial, pengabdiannya terlihat melalui aktivitas di bidang organisasi, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan pelayanan kepada umat.

Gus Zaim menegaskan bahwa Pondok Pesantren dan para kiai merupakan fondasi berdirinya Nahdlatul Ulama. Karena itu, setiap kepemimpinan PBNU harus tetap berpijak pada nilai-nilai pesantren, Ahlussunnah wal Jamaah, serta semangat khidmah kepada umat.

Menurutnya, PBNU ke depan membutuhkan pemimpin yang mampu memadukan tradisi pesantren dengan profesionalisme organisasi, memperkuat kemandirian ekonomi umat, serta menjaga persatuan di tengah dinamika bangsa.

"Kepemimpinan NU harus mengedepankan musyawarah, persatuan, dan kemaslahatan umat. Regenerasi bukan sekadar pergantian tokoh, tetapi memastikan nilai-nilai perjuangan para ulama terus hidup dalam perjalanan organisasi," tegasnya.

Atas dasar itu, Gus Zaim menilai Gus Gudfan Arif Ghofur sebagai salah satu figur yang layak dipertimbangkan dalam proses regenerasi kepemimpinan PBNU. Menurutnya, perpaduan antara tradisi keilmuan pesantren, pengalaman organisasi, serta komitmen terhadap pengabdian menjadi modal penting untuk membawa NU tetap relevan menghadapi tantangan masa depan tanpa meninggalkan jati dirinya sebagai organisasi para ulama.


Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

UPDATE

UAS Dihadang di Kutai Barat, DPR Minta Aparat Lindungi Tokoh Agama

Selasa, 07 Juli 2026 | 20:09

Jadwal Babak Perempat Final hingga Final Piala Dunia 2026

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:51

RI Bisa Belajar dari Vietnam untuk Capai Pertumbuhan Ekonomi

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:41

Prabowo Berpeluang Akhiri Konflik Rempang dengan Standar Tata Kelola Baru

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:34

Video Parodi Kopdes Jauh dari Pemukiman Viral, Menkop Janji Evaluasi

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:32

Roy Suryo Pede Menangkan Praperadilan soal Pasal ITE

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:10

ASN Pemkot Bandung Terlibat Judol Bisa Dipecat

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:50

Ledakan Guncang Damaskus di Tengah Kunjungan Bersejarah Presiden Macron

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:28

Puan Siap Tindak Lanjuti Diplomasi "Sungai Gangga dan Sungai Mahakam"

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:05

Prediksi Argentina Kontra Mesir Malam Ini

Selasa, 07 Juli 2026 | 17:51

Selengkapnya