Berita

Koordinator Tim Kuasa Hukum Roy Suryo, Refly Harun di PN Jakarta Selatan, Selasa 7 Juli 2026. (Foto: Tangkapan layar siaran YouTube INews)

Hukum

Roy Suryo Pede Menangkan Praperadilan soal Pasal ITE

SELASA, 07 JULI 2026 | 19:10 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Mantan Menpora Roy Suryo akan melanjutkan upaya hukum melalui praperadilan baru yang menguji penerapan Pasal 32 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan dijadwalkan pada Jumat 10 Juli 2026. 

Roy optimistis akan memperoleh kemenangan kembali dalam praperadilan kedua yang diajukannnya.

Sebelumnya, Hakim Tunggal Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, I Ketut Darpawan mengabulkan sebagian permohonan praperadilan Roy Suryo terkait dengan penggeledahan, penangkapan dan penahanan yang dilakukan oleh Polda Metro Jaya, Selasa 7 Juli 2026.


"Perjuangan kita masih panjang. Masih ada nanti Jumat kita memulai praperadilan yang baru," kata kuasa hukum Roy Suryo, Refly Harun.

Refly menegaskan, praperadilan yang baru ini akan menentukan pokok perkara Roy Suryo yang dilaporkan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke polisi. Dimana Roy diduga mengubah, menambah, atau menghilangkan Informasi Elektronik terkait isu ijazah Jokowi.

"Karena kita akan mengajukan Pasal 32 ayat 1 (UU ITE) yang kami anggap itu adalah pasal selundupan hanya untuk bagaimana bargaining power penyidik bisa menahan sewaktu-waktu, baik Mas Roy maupun Dokter Tifa," kata Refly.

Refly memastikan, tim kuasa hukum Roy Suryo akan mengupayakan kemenangan serupa seperti di praperadilan pertama, yang menggugat soal penangkapan, penggeledahan, hingga penahanan Roy Suryo.

"Insya Allah kita rontokkan pasal ini," pungkas Refly.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya