Berita

Rapat Paripurna DPR ke-24 Masa Persidangan V, Selasa 7 Juli 2026. (Foto: TVParlemen)

Politik

PDIP Kritik Anggaran Pendidikan 2025 di Bawah 20 Persen

Rp67 Triliun Hak Rakyat Tak Direalisasikan
SELASA, 07 JULI 2026 | 15:00 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Realisasi anggaran pendidikan dalam APBN 2025 dinilai belum memenuhi amanat mandatory spending sebesar 20 persen. 

Kritik tersebut disampaikan Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kedua fraksi menilai amanat konstitusi tersebut belum dipenuhi dalam pelaksanaan APBN 2025.

Anggota Komisi XI DPR Fraksi PDIP, Didik Haryadi mengungkapkan, masih terdapat sekitar Rp67 triliun anggaran pendidikan yang tidak dibelanjakan pemerintah sepanjang 2025. 


"Pelaksanaan amanat UUD 1945 tersebut hanya mencapai 90,68 persen. Terdapat Rp67 triliun anggaran pendidikan yang menjadi hak rakyat tidak direalisasikan pemerintah," kata Didik dalam Rapat Paripurna DPR ke-24 Masa Persidangan V, Selasa 7 Juli 2026, 

Di hadapan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Anggota DPR Fraksi PKS, Anis Byarwati juga menyebut belanja pendidikan sepanjang 2025 hanya mencapai Rp656 triliun atau 90,68 persen dari pagu Rp724 triliun. 

Dengan capaian tersebut, porsi anggaran pendidikan terhadap APBN hanya berada di level 19,11 persen.

PKS pun meminta pemerintah memastikan amanat pengalokasian minimal 20 persen APBN untuk pendidikan dapat dipenuhi pada tahub berikutnya.

"Fraksi PKS memandang bahwa realisasi pemenuhan mandatory spending anggaran pendidikan tahun 2025 sebesar Rp656 triliun atau 90,68 persen dari pagu Rp724 triliun dengan rasio 19,11 persen, agar mencapai minimal 20 persen pada tahun-tahun mendatang," kata Anis.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya