Berita

Kebersamaan Joko Widodo dan Gibran Rakabuming Raka. (Foto: Istimewa)

Politik

Jokowi Siapkan Skenario jika Gibran Tak Lagi Dipilih Prabowo

SELASA, 07 JULI 2026 | 14:33 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Safari politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dinilai bukan sekadar agenda silaturahmi. 

Pengamat politik Ray Rangkuti menilai langkah tersebut merupakan strategi untuk menjaga posisi politik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Menurut Ray, target jangka panjang Jokowi adalah memastikan elektabilitas Gibran tetap terjaga sebagai figur politik nasional menjelang Pemilihan Presiden mendatang.


"Ada target jangka pendek dan jangka panjang. Jangka panjangnya memastikan Gibran terus berada di level nasional. Target utamanya tetap bersama dengan Prabowo di pilpres yang akan datang," kata Ray di Channel Youtube Kanal SA, Selasa, 7 Juli 2026.

Namun, ia memprediksi peluang Presiden Prabowo Subianto kembali menggandeng Gibran sebagai calon wakil presiden tidak terlalu besar.

"Pertanyaannya, apakah Pak Prabowo kelihatan meminang kembali Gibran sebagai calon wakil presiden? Prediksi saya tidak lebih dari 30 persen. Berarti 70 persennya beliau punya banyak sekali calon yang memungkinkan untuk direkrut sebagai cawapres. Nah, ini yang dibaca oleh Jokowi," ujarnya.

Karena itu, Ray menilai Jokowi juga menyiapkan skenario alternatif apabila Gibran tidak kembali dipilih sebagai pendamping Prabowo pada Pilpres berikutnya.

"Oleh karena itu dimunculkan skenario kedua. Bilamana Gibran ternyata tidak digandeng oleh Pak Prabowo, artinya Gibran harus naik sendiri, bisa sebagai capres yang bergandengan dengan tokoh lain atau menjadi calon wakil presiden dari tokoh yang lain. Komposisinya nanti akan terlihat menjelang pilpres," jelasnya.

Apa pun skenario politik yang ditempuh, lanjut Ray, syarat utamanya adalah menjaga tingkat elektabilitas Gibran agar tetap tinggi.

"Tetap bersama dengan Prabowo atau tidak bersama dengan Prabowo dan bergandengan dengan yang lain, cuma satu syaratnya, elektabilitas Gibran itu harus terpelihara. Oleh karena itu sekarang dilakukan safari politik," katanya.

Selain target jangka panjang, Ray juga melihat adanya kepentingan jangka pendek di balik aktivitas politik Jokowi tersebut. Menurutnya, hal itu berkaitan dengan kemungkinan munculnya situasi tak terduga yang memengaruhi jalannya pemerintahan hingga 2029.

"Jangka pendeknya, siapa tahu ada sesuatu yang tidak terduga yang berhubungan dengan kekuasaan Pak Prabowo, mungkin karena faktor alam atau faktor politik sehingga tidak dapat melanjutkan pemerintahan sampai 2029," ujarnya.

Dalam kondisi demikian, Ray menilai penerimaan publik terhadap Gibran sebagai pengganti Prabowo masih menjadi tantangan. Karena itu, Jokowi dinilai berkepentingan terus memperkuat legitimasi politik putranya melalui berbagai aktivitas di ruang publik.

"Kalau ada yang mengatakan harus memikirkan kemungkinan Prabowo tidak sampai 2029, maka otomatis di dalamnya juga ada kepentingan untuk mempersiapkan Gibran," pungkasnya.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Irjen Slamet Uliandi Tersangka Keempat Kasus Penyadapan Telepon Prabowo

Jumat, 06 November 2026 | 02:03

Dzulfikar dan Fuji Abdul Tekankan Intelektualisme Pemuda untuk Pengabdian Bangsa

Jumat, 06 November 2026 | 01:31

Pramono Bertahap Menata Parkir Liar hingga Fasilitas Tanah Abang

Jumat, 06 November 2026 | 01:17

Kalau Hasil Labfor Polri Diragukan, Siapa Lagi yang Mau Dipegang?

Jumat, 06 November 2026 | 01:05

Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan

Jumat, 06 November 2026 | 00:32

PPKK Perkuat Pengamanan Kawasan Kemayoran

Jumat, 06 November 2026 | 00:17

Tunjukkan Ijazah di Pengadilan Belum Tentu Akhiri Polemik

Jumat, 06 November 2026 | 00:08

Listyo Sigit Cs Pakai Mesin Sadap Seharga Rp212 Miliar

Kamis, 05 November 2026 | 23:39

Gratis Masuk Ancol Bulan November, Cek Caranya

Kamis, 05 November 2026 | 23:12

Jokowi Menolak Ijazah Diuji Ulang, Pengamat: Apa karena Kapolri sudah Diganti?

Kamis, 05 November 2026 | 23:01

Selengkapnya