Berita

Pengamat intelijen dan geopolitik, Amir Hamzah. (Foto: RMOL)

Politik

Kapal Selam Scorpene Perkuat Posisi RI di Indo-Pasifik

SELASA, 07 JULI 2026 | 13:03 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Dimulainya pembangunan fisik dua kapal selam Scorpene di PT PAL Indonesia melalui tahapan first steel cutting pada Juli 2026 dipandang bukan hanya sebagai proyek industri pertahanan biasa. 

Di balik pembangunan kapal selam generasi terbaru tersebut, tersimpan pesan strategis yang kuat mengenai arah kebijakan pertahanan Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yakni membangun kekuatan militer yang modern, mandiri, sekaligus disegani di kawasan Indo-Pasifik.

Pengamat intelijen dan geopolitik, Amir Hamzah, menilai percepatan pembangunan Scorpene menjadi indikator bahwa Indonesia sedang memasuki babak baru modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista). 


Menurutnya, proyek tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memperkuat kemampuan pertahanan maritim melalui penguasaan teknologi, bukan hanya pembelian platform tempur.

“Yang paling penting bukan hanya Indonesia memiliki dua kapal selam baru, tetapi Indonesia mulai menguasai kemampuan membangun kapal selam modern melalui proses transfer teknologi," kata Amir, dikutip Selasa 7 Juli 2026.

Amir menilai hal ini merupakan lompatan strategis yang akan menentukan posisi Indonesia dalam percaturan geopolitik kawasan.

Amir melihat selama puluhan tahun banyak negara berkembang membeli sistem persenjataan tanpa memperoleh kemampuan teknologi yang memadai. Akibatnya mereka tetap bergantung kepada negara produsen untuk pemeliharaan, modernisasi hingga pengadaan suku cadang.

Model kerja sama PT PAL dengan Naval Group Prancis dinilai berbeda karena menempatkan transfer teknologi sebagai inti kerja sama.

Puluhan insinyur Indonesia menjalani pelatihan langsung di Prancis, sementara tenaga ahli Naval Group akan bekerja di Surabaya selama proses produksi berlangsung. Hal tersebut menciptakan regenerasi keahlian yang dapat dimanfaatkan Indonesia dalam pembangunan kapal selam berikutnya.

“Negara yang menguasai teknologi akan memiliki ruang manuver yang jauh lebih luas. Indonesia sedang membangun fondasi industri pertahanan jangka panjang,” pungkas Amir.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

27 Ton Bantuan Korban Gempa NTT Diberangkatkan dari Lanud Halim

Senin, 17 Agustus 2026 | 05:57

Merdeka dan Menderita

Senin, 17 Agustus 2026 | 05:23

Legislator PDIP Dorong Penguatan SKK Migas Lewat Revisi UU 22/2001

Senin, 17 Agustus 2026 | 04:59

TelkomGroup Tancap Gas Perbaiki Layanan Pascagempa NTT

Senin, 17 Agustus 2026 | 04:32

Malam Renungan Suci

Senin, 17 Agustus 2026 | 04:17

DOB Bekasi Utara Sangat Penting, Ini Alasannya

Senin, 17 Agustus 2026 | 03:45

Jebolan Akmil 2003 Ini Siap Komandani Upacara HUT ke-81 RI di Istana

Senin, 17 Agustus 2026 | 03:23

Koperasi dan Cacat Epistemologis Pemahaman

Senin, 17 Agustus 2026 | 02:47

Kampung Binaan Pertamina Lubricants Dorong Ekonomi Sirkuler di Jakut

Senin, 17 Agustus 2026 | 02:20

Buku ‘Transformasi Tata Kelola Perikanan Indonesia’ Jawab Masalah Ekonomi Biru hingga PIT

Senin, 17 Agustus 2026 | 01:55

Selengkapnya