Berita

Ayatollah Ali Khamenei. (Foto: Istimewa)

Politik

Kehadiran Perwakilan RI di Pemakaman Khamenei Tunjukan Rasa Hormat dan Empati

SELASA, 07 JULI 2026 | 11:33 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Rencana Menteri Luar Negeri RI Sugiono dan Ketua MPR RI Ahmad Muzani untuk menghadiri upacara pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, di Iran pada 9 Juli 2026, didukung Anggota Komisi I DPR RI, Syamsu Rizal.

Menurutnya, kehadiran perwakilan resmi Pemerintah Indonesia dalam momen tersebut merupakan langkah diplomatik yang tepat sekaligus mencerminkan penghormatan Indonesia terhadap hubungan persahabatan yang selama ini terjalin dengan Republik Islam Iran.

“Kami mendukung rencana Menteri Luar Negeri dan Ketua MPR RI untuk menghadiri upacara pemakaman Ayatollah Ali Khamenei. Kehadiran perwakilan Indonesia menunjukkan rasa hormat dan empati bangsa Indonesia atas peristiwa yang menimpa Iran serta memperkuat hubungan bilateral yang selama ini terjalin dengan baik,” ujar Deng Ical di Jakarta, Selasa, 7 Juli 2026.


Menurutnya, Indonesia perlu menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada rakyat dan pemerintah Iran. Menurutnya, hubungan Indonesia dan Iran selama ini dibangun atas dasar saling menghormati kedaulatan, kerja sama yang konstruktif, serta komitmen terhadap perdamaian dan keadilan internasional.

“Indonesia dan Iran memiliki hubungan yang baik dan telah berlangsung lama. Karena itu, hubungan persahabatan tersebut harus terus dijaga dan diperkuat melalui diplomasi yang santun, terbuka, dan saling menghormati,” katanya.

Sebagai anggota Komisi I DPR RI yang membidangi urusan luar negeri, pertahanan, komunikasi, dan intelijen, Deng Ical menegaskan bahwa Indonesia harus tetap konsisten menjalankan prinsip politik luar negeri bebas aktif sebagaimana diamanatkan oleh para pendiri bangsa.

“Politik luar negeri bebas aktif merupakan fondasi diplomasi Indonesia. Kita tidak boleh terseret ke dalam blok atau kepentingan negara mana pun. Indonesia harus bebas menentukan sikap dan kebijakannya berdasarkan kepentingan nasional serta nilai-nilai kemanusiaan dan perdamaian dunia,” tegasnya.

Menurut Deng Ical, prinsip bebas aktif juga mengharuskan Indonesia berperan dalam mendorong penyelesaian konflik melalui dialog dan diplomasi, bukan melalui penggunaan kekuatan militer yang berujung pada jatuhnya korban sipil dan ketidakstabilan kawasan.

“Indonesia harus terus menyerukan penghentian perang, menolak segala bentuk agresi yang mengancam kedaulatan negara lain, dan mendorong penyelesaian konflik melalui jalur damai. Perdamaian dunia merupakan amanat konstitusi yang harus terus diperjuangkan,” ujarnya.

Deng Ical menambahkan setiap negara memiliki hak untuk mempertahankan kedaulatan dan integritas wilayahnya sesuai dengan hukum internasional. Oleh karena itu, masyarakat internasional perlu mengedepankan penghormatan terhadap kedaulatan negara serta memperkuat mekanisme penyelesaian sengketa secara damai.

“Kita berharap situasi di Timur Tengah dapat segera membaik. Indonesia harus terus menjadi bagian dari solusi, menjadi jembatan dialog, dan menyuarakan pentingnya perdamaian, stabilitas, serta penghormatan terhadap hukum internasional,” paparnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya