Berita

Para pejabat yang menghadiri upacara pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, 3 Juli 2026 (Foto: Kantor Pemimpin Tertinggi Iran)

Dunia

Keputusan RI Hadiri Pemakaman Ayatollah Khamenei Sangat Tepat

SELASA, 07 JULI 2026 | 09:22 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Keputusan pemerintah Indonesia mengutus Menteri Luar Negeri Sugiono dan Ketua MPR Ahmad Muzani untuk menghadiri upacara pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mendapat apresiasi dari mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Jimly Asshiddiqie.

Melalui akun X miliknya, Selasa, 7 Juli 2026, Jimly menilai langkah tersebut tepat sebagai bentuk penghormatan Indonesia terhadap sosok Khamenei sekaligus ekspresi solidaritas kemanusiaan dan keumatan.

"Alhamdulillah, Ketua MPR dan Menlu atas nama rakyat dan pemerintah RI diutus untuk menghadiri pemakaman Imam Khamenei," ujar Jimly.


"Sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar dan sama-sama negara non-Arab dengan Iran, sangat tepat mengekspresikan duka keumatan dan kemanusiaan atas terbunuhnya Pemimpin Besar Iran dengan menghadiri pemakamannya," sambungnya.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan dirinya bersama Ketua MPR Ahmad Muzani berencana menghadiri upacara pemakaman Ayatollah Ali Khamenei yang dijadwalkan berlangsung pada 9 Juli 2026.

Sugiono menjelaskan pemerintah Indonesia masih menunggu kepastian teknis dari otoritas Iran terkait lokasi yang dapat diakses delegasi Indonesia untuk mengikuti prosesi pemakaman tersebut.

Pernyataan Menlu disampaikan setelah mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal mengkritik absennya pejabat tinggi Indonesia pada rangkaian awal prosesi pemakaman Khamenei. Saat itu, Indonesia hanya diwakili Duta Besar RI untuk Iran dan Turkmenistan, Rolliansyah Soemirat.

Menurut Dino, kehadiran delegasi pada level duta besar dinilai kurang mencerminkan pentingnya undangan resmi dari Iran, terlebih sejumlah negara lain mengirimkan presiden, menteri, atau pejabat tinggi untuk menghadiri prosesi tersebut.

Menanggapi kritik tersebut, Sugiono menegaskan pemerintah sejak awal telah menerima undangan resmi dari Iran dan menunjuk Duta Besar RI di Teheran sebagai wakil pemerintah pada rangkaian awal prosesi dengan mempertimbangkan berbagai aspek teknis. 

Kini, pemerintah memutuskan mengirim delegasi tingkat tinggi yang dipimpin Menlu Sugiono dan Ketua MPR Ahmad Muzani untuk menghadiri upacara pemakaman pada 9 Juli 2026.


Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Korban Jiwa Gempa NTT Bertambah jadi 53 Orang, 135 Warga Luka-Luka

Minggu, 16 Agustus 2026 | 20:27

Rusak Berat Diguncang Gempa, Hotel Jayakarta Suites Komodo Flores Tutup Sementara

Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:43

SBY Minta Maaf

Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:15

Tembus Jalur Laut, Bantuan Gempa M 7,7 Disalurkan ke Pulau Palue Sikka

Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:47

Polri Terbangkan 10 Anjing K9 untuk Cari Korban Gempa NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:12

3,4 Ton Logistik untuk NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:50

Reza Aulia Diberhentikan, Kursi Direktur Niaga Garuda Kosong

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:40

Kemendikdasmen Jangan Lamban Merespons Gempa NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:04

Retorika Janji Kemerdekaan

Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:35

Jalur Alternatif Darat Penghubung Ende-Nagekeo Masih Terputus

Minggu, 16 Agustus 2026 | 15:33

Selengkapnya