Berita

Acara Pelepasan 41 PMI Terampil Sektor Pengelasan (Welder) ke Republik Korea. (Foto: Kemenko PM)

Bisnis

SMK Go Global Buka Jalan Lulusan Vokasi Bekerja di Korea Selatan

SENIN, 06 JULI 2026 | 16:38 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke luar negeri harus berlangsung secara prosedural, aman, dan terlindungi, sekaligus menjadi bagian dari strategi nasional pengentasan pengangguran dan penguatan kesejahteraan masyarakat. 

Hal ini disampaikan oleh Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu, Prof. Abdul Haris meneruskan pesan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar.

Abdul Haris yang juga selaku Wakil Ketua III, Satuan Tugas Percepatan SMK Go Global hadir langsung mewakili Menko Muhaimin dalam Acara Pelepasan 41 PMI Terampil Sektor Pengelasan (Welder) ke Republik Korea, di Grand Caman Hotel, Jatibening Bekasi, Senin, 6 Juli 2026.


Pembinaan dan pelatihan terhadap 41 PMI Terampil Sektor Pengelasan ini merupakan showcase keberhasilan kolaborasi pemerintah, lembaga pelatihan swasta, dan dunia industri dalam menciptakan jalur yang terintegrasi dari pelatihan menuju penempatan kerja internasional bagi tenaga kerja Indonesia,"

"Ke-41 PMI yang dilepas merupakan hasil pembinaan dan pelatihan melalui kerja sama antara Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang, LPKS Shankara, dan PT Della Fadhil Anugrah selaku Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI). Mereka akan ditempatkan di HD Hyundai Samho Co., Ltd., Republik Korea," katanya.

Urgensi penempatan ini tidak terlepas dari kondisi ketenagakerjaan nasional yang masih menghadapi tantangan struktural. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Februari 2026 mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) nasional sebesar 4,68 persen (7,24 juta orang) dari total angkatan kerja 154,91 juta orang. 

Yang lebih memprihatinkan, TPT lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) justru tertinggi di antara seluruh jenjang pendidikan, yakni sebesar 7,74 persen — melampaui lulusan SMA sebesar 6,23 persen dan perguruan tinggi sebesar 6,13 persen. 

Kondisi ini mencerminkan adanya kesenjangan atau skill mismatch antara kompetensi yang dihasilkan pendidikan vokasi dengan kebutuhan riil dunia industri dalam negeri, sehingga mendorong pemerintah untuk mengoptimalkan jalur penempatan kerja ke luar negeri sebagai alternatif strategis penyerapan tenaga kerja terampil.

"Di sisi lain, potensi pasar kerja global masih sangat besar namun belum termanfaatkan secara optimal," sambungnya. 

Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) mencatat per April 2026 terdapat lebih dari 260 ribu lowongan kerja luar negeri yang telah teridentifikasi, namun baru sekitar 64 ribu posisi atau sekitar 20 persen yang berhasil terisi oleh pekerja Indonesia. 

Kebutuhan tenaga kerja terampil sektor pengelasan (welder) dan perawatan lansia (caregiver) tercatat sangat tinggi di berbagai negara maju seiring keterbatasan tenaga kerja lokal di negara-negara tersebut.

Program SMK Go Global merupakan quick win yang dilaksanakan atas arahan Presiden Prabowo Subianto, melalui sinergi Kemenko PM dengan KP2MI/BP2MI dan pemangku kepentingan lainnya. 

Program ini menargetkan penempatan 500.000 tenaga kerja terampil ke luar negeri, terdiri atas 300.000 lulusan SMK dan 200.000 dari peserta umum. Sepanjang 2026, target penempatan ditetapkan sebesar 40.000 PMI, setelah sebelumnya pada akhir 2025 telah dilaksanakan uji coba penempatan 200 pekerja terampil ke Jepang.

Keberhasilan pelepasan 41 PMI ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah pusat, lembaga pelatihan vokasi, dan dunia usaha. Pemerintah mendorong agar sinergi serupa terus diperluas dan direplikasi, sejalan dengan komitmen nasional dalam memperkuat perlindungan PMI sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan peluang pasar kerja internasional demi peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Diam-diam Nusron Wahid Datang ke KPK Tanpa Penjadwalan Pemeriksaan

Rabu, 04 November 2026 | 10:26

Harga Minyak Dunia Turun ke 103 Dolar AS

Rabu, 04 November 2026 | 10:17

Skandal Listyo Sigit jadi Pintu Masuk Seret Jokowi-Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 10:13

Kapolri Terlama yang Sukses Tanam Jagung jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Mahfud MD: Gila!

Rabu, 04 November 2026 | 09:51

Laporan Keuangan Danantara Ditarget Rampung November 2026

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

PT Djarum Bayar Cukai Tak Semestinya, Negara Rugi Triliunan Rupiah

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

Prabowo Saja Bisa Disadap Apalagi Rakyat Jelata

Rabu, 04 November 2026 | 09:41

Perkuat Hilirisasi, NTB Berpeluang Jadi Sentra Industri Kelapa

Rabu, 04 November 2026 | 09:33

Listyo Sigit Lakukan Kejahatan Paling Jahat

Rabu, 04 November 2026 | 09:30

IHSG Merah, Mayoritas Saham Berguguran

Rabu, 04 November 2026 | 09:20

Selengkapnya