Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Nilai Perluasan Pasar Ekspor Penting Perkuat Ketahanan Perdagangan

SENIN, 06 JULI 2026 | 14:46 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah dinilai perlu memperluas pasar tujuan ekspor Indonesia agar tidak terus bergantung pada negara-negara tujuan tradisional. Strategi tersebut dinilai penting untuk memperkuat ketahanan perdagangan nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef), M Rizal Taufikurahman, mengatakan diversifikasi pasar ekspor perlu diarahkan ke kawasan Asia Selatan, Timur Tengah, Afrika, Amerika Latin, serta memperkuat perdagangan intra-ASEAN.

Menurut Rizal, saat ini ekspor nonmigas Indonesia masih terkonsentrasi ke sejumlah negara utama, seperti China, Jepang, dan Australia. Ketergantungan tersebut membuat kinerja ekspor nasional rentan terdampak ketika terjadi perlambatan ekonomi maupun gejolak geopolitik di negara-negara tujuan tersebut.


Untuk itu, ia menilai pemerintah perlu menyiapkan strategi yang lebih komprehensif guna membuka akses ke pasar-pasar baru.

“Pemerintah perlu memperkuat diplomasi dagang, percepatan PTA/FTA, pembiayaan ekspor, standardisasi ESG dan traceability, serta agregasi UMKM ekspor agar produk Indonesia bisa masuk ke rantai pasok baru yang sedang terbentuk akibat fragmentasi global,” ujar Rizal.

Ia menambahkan, perluasan pasar ekspor harus diiringi dengan peningkatan daya saing produk dalam negeri. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya mampu memperluas akses pasar internasional, tetapi juga memanfaatkan perubahan rantai pasok global untuk mendorong pertumbuhan ekspor yang lebih berkelanjutan.

Menurut Rizal, strategi diversifikasi pasar menjadi pelengkap transformasi struktur ekspor nasional. Dengan mengurangi ketergantungan pada komoditas mentah dan memperbesar porsi produk bernilai tambah, daya saing ekspor Indonesia di pasar global diharapkan semakin kuat.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya