Berita

Akademisi Nahdlatul Ulama (NU), Dr. Zainul Maarif (kedua dari kanan). (Foto: RMOL)

Politik

Arah Organisasi NU Dipertanyakan Jelang Muktamar

SABTU, 04 JULI 2026 | 22:56 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Arah organisasi Nahdlatul Ulama (NU) menjelang pelaksanaan Muktamar dipertanyakan. 

Meskipun, pertanyaan mengenai masa depan NU bukan perkara mudah dijawab karena berkaitan erat dengan kondisi organisasi saat ini dan perjalanan di masa lalu.

Hal itu disampaikan Akademisi Nahdlatul Ulama (NU), Dr. Zainul Maarif, atau akrab disapa Kiai Zain, dalam Halaqah Pra Muktamar bertajuk "Quo Vadis NU? Apakah NU Masih Milik Umat?" di Pondok Pesantren Ciganjur, Jakarta Selatan, Sabtu malam, 4 Juli 2026.


"Mau kemana NU? Kenapa pertanyaan ini sulit untuk dijawab? Karena Muktamar ini mau di mana itu saja susah, apalagi NU mau dibawa kemana ini? Pusing lagi ini kan,” kata Zain.

Menurut Zain, pembahasan mengenai arah NU harus dibedakan antara aspek jam'iyah, jamaah, pengurus, hingga organisasi secara keseluruhan karena masing-masing memiliki persoalan yang berbeda.

“Tapi paling tidak, gini, jadi ada jam'iyah ada jamaah di jam'iyah sendiri, itu juga ada Pengurus NU ada juga organisasi NU sendiri, jadi sebenarnya ini ada banyak hal kita ngomong ini lapisannya banyak sekali, yang mau kita bicarakan yang apa? Kalau yang mau kita bicarakan adalah pengurusnya maka izinkan saya paling tidak melihat trajektory dari mulai Gus Dur saja sampai sekarang, sebelum Gus Dur saya belum lahir," ujarnya.

Atas dasar itulah, Zain berpandangan bahwa setiap Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) harus memiliki warisan kepemimpinan atau legacy masing-masing.

“Yang saya perhatikan ketum PBNU itu meninggalkan legacy,” pungkasnya.

Turut hadir narasumber lain dalam acara tersebut, di antaranya; Ketua PBNU Savic Ali, Wasekjen PP ISNU Amin Mudzakir, hingga Pengurus LD PBNU Achmad Ikrom.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

MTI: Saatnya Pilih Pemimpin karena Kualitas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:29

Korupsi Kredit Perbankan Rp629,8 Miliar Proyek Apartemen Bekasi Diusut

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:18

Ketika Hukum Konstitusi Berhadapan dengan Realitas Pertahanan Negara

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:01

Kesaktian Nusron Terbukti Lagi, KPK Dibuat Tak Bergigi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:48

Masjid Apung An-Nur di Ancol jadi Landmark Baru di Pesisir Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:20

Prabowo Pimpin Rapat Kabinet di Istana Bogor

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:07

KPK Jangan Gertak Sambal: Segera Jemput Paksa Nusron!

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:35

Melampaui Efisiensi, Menemukan Peluang Baru

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:20

5 Jurnalis Hilang di Krakatau Dianugerahi Penghargaan Kemanusiaan

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:02

Investor Jangan Gampang Panik soal Ancaman MSCI

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya