Berita

Direktur Utama PT Bank Mandiri Taspen Panji Irawan (baju biru) dan Direktur Transformasi & Pengembangan Usaha PT Bank Mandiri Taspen Noer Fajrieansyah (baju putih). (dok. Mandiri Taspen)

Bisnis

Bukan Sekadar Dana Pensiun, Bank Mandiri Taspen Siapkan Ekosistem Masa Tua

SABTU, 04 JULI 2026 | 15:14 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Menjadi tua selama ini identik dengan pensiun, menerima uang bulanan, lalu menjalani hari-hari dengan ritme yang melambat. Namun, cara pandang itu mulai bergeser. 

Masa tua tidak lagi dipandang sebagai akhir dari kehidupan produktif, melainkan fase baru yang membutuhkan persiapan jauh sebelum seseorang berhenti bekerja.

Perubahan demografi tersebut mendorong Bank Mandiri Taspen menyusun strategi yang berbeda dari bank pada umumnya. Tidak hanya menyalurkan kredit pensiunan, perseroan mulai membangun ekosistem layanan bagi masyarakat usia lanjut.


Direktur Utama Bank Mandiri Taspen Panji Irawan mengatakan lonjakan jumlah lansia merupakan tantangan yang tidak bisa dihindari industri keuangan.

"Siap enggak siap harus dihadapi. Siap enggak siap ketemu juga masa itu," kata Panji dalam Media Gathering Bank Mandiri Taspen di Bali, Jumat, 3 Juli 2026. 

Menurutnya, kebutuhan masyarakat ketika memasuki usia lanjut akan jauh lebih kompleks dibanding sekadar menerima dana pensiun setiap bulan. Karena itu, bank harus mulai membangun ekosistem yang mendukung kualitas hidup lansia agar tetap sehat, aktif, dan sejahtera.

"Kami ingin para senior citizen bisa live longer, live happier," ujarnya.

Persiapan Masa Tua Dimulai Sejak Usia 40 Tahun

Bagi Bank Mandiri Taspen, tantangan terbesar bukan semata kecilnya dana pensiun, melainkan terlambatnya masyarakat mempersiapkan kehidupan setelah berhenti bekerja. Panji menilai masih banyak orang baru memikirkan pensiun ketika mendekati usia 50 tahun, padahal waktu yang tersisa sudah semakin terbatas untuk membangun aset maupun sumber pendapatan.

Karena itu, perseroan akan meluncurkan program Life Begins at 40 yang mengajak masyarakat mulai mempersiapkan masa pensiun sejak usia 40 tahun.

Melalui program tersebut, calon pensiunan akan memperoleh edukasi mengenai investasi, pengelolaan aset, peluang usaha, hingga perencanaan keuangan agar tidak sepenuhnya bergantung pada uang pensiun bulanan.

"Empat puluh menuju lima puluh delapan atau enam puluh itu masih ada sekitar delapan belas tahun. Di situlah orang mestinya sudah mulai benar-benar mempersiapkan masa pensiunnya," ujar Panji.

Ia mencontohkan, persiapan tersebut dapat dilakukan dengan membangun aset produktif, baik melalui investasi Surat Utang Negara, obligasi korporasi, emas, maupun merintis usaha sesuai minat masing-masing. Menurutnya, sumber penghasilan tambahan menjadi penting agar masyarakat tetap memiliki pendapatan setelah pensiun.

Dari Reverse Mortgage hingga Layanan Demensia

Perubahan demografi juga dinilai akan melahirkan kebutuhan layanan baru yang selama ini belum berkembang di Indonesia.

Salah satu produk yang tengah dipersiapkan ialah reverse mortgage, yakni skema pembiayaan yang memungkinkan pemilik rumah memperoleh dana dengan menjadikan rumah sebagai agunan tanpa harus menjual aset tersebut. Dana tersebut dapat digunakan untuk membiayai kehidupan sehari-hari ketika memasuki usia lanjut.

Panji menjelaskan skema tersebut telah banyak diterapkan di berbagai negara dan dinilai relevan ketika populasi lansia Indonesia terus bertambah.

Selain itu, Bank Mandiri Taspen juga mulai memetakan kebutuhan pembiayaan senior living, layanan kesehatan khusus lansia, rumah sakit untuk penderita demensia, hingga berbagai produk investasi berbasis emas.

"Di luar negeri produknya sudah ada. Tinggal bagaimana kita menyesuaikannya dengan kebutuhan masyarakat Indonesia dan ketentuan regulator," katanya.

Menurut Panji, bank juga harus hadir dalam kebutuhan lain yang dihadapi lansia, mulai dari layanan kesehatan, perjalanan wisata, komunitas, hingga berbagai kebutuhan lain yang menunjang kualitas hidup mereka.

Bank Tak Lagi Hanya Menyalurkan Kredit

Perubahan tersebut membuat peran bank ikut bergeser. Bank Mandiri Taspen tidak lagi ingin hanya dikenal sebagai penyalur kredit pensiunan, tetapi menjadi bagian dari ekosistem kehidupan masyarakat lanjut usia.

Perseroan mulai menjalin kerja sama dengan rumah sakit, perguruan tinggi, kementerian, biro perjalanan, komunitas pensiunan, hingga berbagai mitra lain yang berkaitan dengan kebutuhan senior citizen.

Melalui komunitas Mantap Indonesia, para pensiunan didorong tetap aktif melalui kegiatan olahraga, pemeriksaan kesehatan berkala, hingga aktivitas ekonomi seperti menjual produk UMKM di lingkungan komunitas.

Di sejumlah kantor cabang, Bank Mandiri Taspen juga menyediakan layanan pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, serta konsultasi kesehatan bagi para pensiunan yang datang mengambil dana pensiun.

Menurut Panji, pendekatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem agar lansia tetap sehat, aktif, dan mandiri.

Menuju Mitra Keuangan Seumur Hidup

Transformasi Bank Mandiri Taspen juga diwujudkan melalui pengembangan layanan digital dan perluasan solusi keuangan bagi segmen senior citizen. Perseroan tidak lagi ingin hanya dikenal sebagai bank penyalur manfaat pensiun, tetapi menjadi mitra keuangan yang mendampingi nasabah sejak masa prapensiun hingga usia lanjut.

Head of Strategic Business Development Bank Mandiri Taspen, Agus Syaiful Anwar, mengatakan kebutuhan nasabah senior kini semakin beragam. Mereka tidak hanya membutuhkan layanan penerimaan dana pensiun dan pembiayaan, tetapi juga solusi untuk mengelola aset, berinvestasi, menjaga kesehatan finansial, hingga merencanakan masa depan keluarga.

"Bank Mandiri Taspen ingin terus memperluas relevansi layanan bagi nasabah pensiunan dan prapensiun. Ke depan, Bank tidak hanya hadir sebagai bank penerima manfaat pensiun, tetapi juga sebagai partner keuangan yang mendampingi kebutuhan nasabah senior secara lebih menyeluruh," ujar Agus.

Sebagai bagian dari transformasi tersebut, Bank Mandiri Taspen memperkuat aplikasi Movin agar tidak sekadar menjadi layanan mobile banking, tetapi menjadi pintu masuk berbagai layanan keuangan bagi senior citizen. Perseroan juga menyiapkan layanan investasi berbasis emas secara bertahap melalui kerja sama dengan mitra strategis.

Pada tahap awal, nasabah akan dapat mengakses layanan referral tabungan emas digital melalui aplikasi tersebut. Ke depan, pengembangan akan berlanjut ke produk investasi lain yang mendukung pengelolaan aset jangka panjang.

"Bagi sebagian nasabah senior, emas merupakan instrumen yang familiar dan mudah dipahami. Karena itu, Bank melihat peluang untuk menghadirkan akses layanan emas secara lebih praktis dan aman melalui kanal digital," kata Agus.

Selain memperluas layanan investasi, Bank Mandiri Taspen juga terus menjalankan program pemberdayaan pensiunan melalui tiga pilar, yakni Mantap Sehat, Mantap Aktif, dan Mantap Sejahtera. Melalui pendekatan itu, perseroan ingin membangun hubungan yang lebih panjang dengan nasabah, mulai dari masa produktif, menjelang pensiun, hingga memasuki usia lanjut.

Menurut Agus, transformasi tersebut menjadi bagian dari visi Bank Mandiri Taspen untuk berkembang dari pension-focused bank menjadi senior citizen financial ecosystem partner, yang tidak hanya melayani transaksi keuangan, tetapi juga mendampingi kebutuhan finansial dan kesejahteraan nasabah sepanjang siklus kehidupannya.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Jaksa Agung Resmi Lantik Kuntadi sebagai Pengganti Febrie

Jumat, 24 Juli 2026 | 12:25

Wasekjen AMPI: Hasil Rapat Pleno IX Cacat Hukum dan Tak Punya Legitimasi

Jumat, 24 Juli 2026 | 12:23

Danantara Mulai Bentuk Perusahaan Manajemen Aset Raksasa

Jumat, 24 Juli 2026 | 12:15

Samsung Galaxy Z Fold 8 Hadirkan Desain Tipis dan Performa Tangguh

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:55

Indonesia Kecam Serangan terhadap Kapal Komersial di Laut Merah

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:34

Perbaikan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Jadi PR Bersama

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:32

Panda Bond RI Laris, Pemerintah Raup Rp18,5 Triliun

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:27

Kemunculan Kabinet Bayangan Konsekuensi dari Demokrasi

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:04

Iran: Trump akan Hadapi Konsekuensi jika Serangan AS Berlanjut

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:04

Dude Harlino Kembalikan Honor Rp5,25 Miliar dari PT DSI, Sebut Bentuk Kepedulian untuk Korban

Jumat, 24 Juli 2026 | 10:50

Selengkapnya