Berita

Lokasi penggerebekan dua terduga bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. (Foto: Polres Katingan)

Presisi

Satu Polisi Tewas Dibacok saat Gerebek Bandar Sabu di Katingan

Dua Anggota Dilaporkan Hilang
JUMAT, 03 JULI 2026 | 05:18 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Seorang anggota Satresnarkoba Polres Katingan, Kalimantan Tengah, Aipda Yudhi Perdana Putra, gugur setelah dibacok saat operasi penangkapan dua terduga bandar narkotika jenis sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, Kamis 2 Juli 2026.

Penggerebekan yang semula berjalan sesuai rencana berubah menjadi ricuh setelah tim kepolisian mendapat perlawanan menggunakan senjata tajam dan diduga dikepung massa. 

Selain menewaskan satu anggota Polri, insiden tersebut juga menyebabkan dua personel lainnya, Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, dilaporkan hilang dan hingga Kamis sore masih dalam pencarian.


Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono membenarkan dua anggotanya hingga kini belum ditemukan. 

"Masih proses. Masih dua (belum ditemukan)," kata Dodik dikutip Antara.

Sebanyak 50 personel gabungan dikerahkan menyisir aliran sungai di sekitar Desa Tumbang Kalemei, yang menjadi lokasi terakhir Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana diketahui berada.

Dodik menjelaskan, operasi tersebut berawal dari informasi masyarakat yang diterima polisi pada Rabu 1 Juli 2026 terkait keberadaan dua orang yang diduga menjadi bandar sabu, masing-masing berinisial BIO dan BUSU.

Tim gabungan kemudian bergerak sekitar pukul 21.00 WIB dan tiba di Desa Tumbang Kalemei sekitar pukul 00.30 WIB. 

Setibanya di lokasi, personel dibagi menjadi dua tim. Tim pertama yang beranggotakan sembilan personel bertugas melakukan penangkapan, sedangkan tiga personel lainnya bersiaga di sekitar SMP Negeri setempat sebagai tim pendukung.

Operasi awal berlangsung lancar. Aipda Yudhi Perdana Putra berhasil mengamankan salah satu target, BIO.

Namun situasi mendadak berubah ketika seorang pria keluar dari arah dapur sambil membawa parang dan menyerang petugas. Serangan tersebut sempat dihalau, tetapi tak lama kemudian dua pria lainnya keluar dari dalam rumah dengan membawa senjata tajam dan ikut menyerang anggota kepolisian.

Salah seorang pelaku disebut menyerang Kasat Resnarkoba Polres Katingan. Melihat komandannya dalam bahaya, Aiptu Sumariyanto sempat melepaskan tembakan peringatan ke udara.

"Namun, peringatan itu tidak menghentikan pergerakan pelaku," ujar Dodik.

Karena ancaman terus berlanjut dan membahayakan keselamatan petugas, polisi mengambil tindakan tegas dan terukur. Seorang pria bernama Teriyo (40) terkena tembakan dan meninggal dunia di lokasi.

Meski demikian, situasi semakin tidak terkendali setelah sejumlah warga diduga berdatangan dan mengepung personel kepolisian. Anggota yang berada di lokasi terpaksa berpencar untuk menyelamatkan diri.

Sebagian personel melompat ke sungai dan berenang menuju sebuah pulau kecil di tengah aliran sungai, sementara anggota lainnya berusaha mencari bantuan.

Saat berupaya menyeberangi sungai yang berarus deras, Aiptu Sumariyanto, Aipda Yudhi Perdana Putra, dan Bripda Nopandri Ramadhana dilaporkan kelelahan. Di sisi lain, Bripka Jhon, Briptu Dedi, Briptu Kristian, Bripda Ferdy, dan Bripda Eko berhasil mencapai tepian sungai sebelum menyelamatkan diri ke kawasan hutan dan akhirnya dievakuasi.

Beberapa saat kemudian, Aipda Yudhi Perdana Putra ditemukan meninggal dunia di atas lanting atau dermaga apung. Korban mengalami luka bacok parah di bagian kepala yang diduga akibat serangan senjata tajam.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

Perempuan Tani HKTI Terapkan Teknologi IoT, Pangkas Penggunaan Pupuk hingga 50 Persen

Minggu, 01 November 2026 | 12:32

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

PTKIN Siapkan Langkah agar Inovasi Mahasiswa Tak Berhenti di Ajang Lomba

Minggu, 01 November 2026 | 11:56

Kloter Pertama Haji 2027 Terbang 11 April, Ini Jadwal Lengkapnya

Minggu, 01 November 2026 | 11:50

Imigrasi Sudah Cegah Ahmad Dedi ke Luar Negeri Atas Permintaan KPK

Minggu, 01 November 2026 | 11:36

Puluhan Orang Diamankan Polisi saat Gerebek Kampung Bahari

Minggu, 01 November 2026 | 11:30

Maroko Sambut Keputusan PBB Akhiri Misi MINURSO di Sahara Barat

Minggu, 01 November 2026 | 11:17

Citra Polri Bisa Rusak Akibat Dua Kejadian Ini

Minggu, 01 November 2026 | 11:05

Ombudsman Ingatkan Polri Jaga Etika dan Hormati HAM saat Penggeledahan

Minggu, 01 November 2026 | 10:48

PPK Ajak Masyarakat Berperan bersama Presiden Prabowo Wujudkan Kedaulatan

Minggu, 01 November 2026 | 10:42

Selengkapnya