Berita

Barang bukti alat cetak, bahan baku, dan pil ekstasi hasil produksi rumahan yang disita Polda Sumut dari rumah pasangan suami istri di Medan. (Foto: Dok. Polda Sumut)

Presisi

Belajar dari Youtube, Pasutri di Medan Produksi Pil Ekstasi

JUMAT, 03 JULI 2026 | 02:32 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara membongkar pabrik rumahan pembuat pil ekstasi yang dikendalikan pasangan suami istri di Kota Medan. Kedua pelaku mengaku mempelajari cara meracik narkotika tersebut melalui YouTube.

Pengungkapan itu berawal dari penggerebekan di sebuah rumah di Jalan Mangkubumi Gang Aceh, Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun. Dalam operasi tersebut, polisi menangkap G (46) bersama istrinya, S (39), yang diduga menjadi peracik sekaligus produsen pil ekstasi.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut Kombes Andy Arisandi mengatakan, pil yang diproduksi pasangan itu diduga telah dipasarkan kepada sejumlah pembeli, termasuk menyasar jaringan peredaran di tempat hiburan malam.


"Dugaan sementara, pil tersebut telah diedarkan kepada pemesan, termasuk untuk memasok tempat hiburan malam," ujar Andy, Kamis 2 Juli 2026.

Saat menggeledah rumah pelaku, polisi menemukan berbagai bahan baku pembuatan pil, di antaranya bedak bayi, tepung Avicel, etomidate berbentuk serbuk, pewarna makanan, cat akrilik, hingga alat pencetak pil dengan berbagai logo, seperti Superman, Minion, kepala harimau, granat, Transformers, dan Heineken.

Petugas juga menyita 10 butir pil yang diduga merupakan hasil produksi, sejumlah serbuk berwarna yang diduga bahan campuran, serta peralatan lain yang digunakan untuk meracik dan mencetak pil.

Andy mengungkapkan, penggunaan etomidate sebagai campuran pil ekstasi merupakan modus yang tergolong baru. Zat tersebut dicampur dengan bahan lain, termasuk bedak bayi, sebelum dicetak menjadi pil dengan berbagai bentuk.

"Campuran ini sangat berbahaya karena kandungan zatnya berbeda dengan ekstasi pada umumnya yang berbahan dasar MDMA," kata Andy, dikutip dari RMOLSumut.

Dalam pemeriksaan, kedua tersangka mengaku memperoleh pengetahuan meracik pil ekstasi dari video di YouTube. Sementara bahan baku dan alat pencetak dibeli secara online melalui marketplace.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

UPDATE

Bareskrim Gerebek 9 Lokasi Rawan Narkoba di Sumut, Puluhan Pengedar dan Pemakai Diamankan

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:28

Pasar Serdang Kemayoran Segera Direvitalisasi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:15

Hadiah Bibit Korupsi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:01

Aparat Usut Dugaan Investasi Emas Bodong Rp25 Miliar yang Seret Sejumlah Artis

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:55

Putusan MK soal Gibran Bergulir ke Ranah Politik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:39

Karhutla Belum Tuntas, Pemerintah Kaji Langkah Penanganan Terbaik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:34

Kemenhub Catat 1.673 Penerbangan Terdampak Karhutla: 907 Batal

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:17

Radja Nainggolan Ungkap Penyesalan Besar Belum Pernah Bela Timnas Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Trump Pertimbangkan Bantu Arab Saudi Perangi Houthi

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:48

Selengkapnya