Berita

Telkom Akses meresmikan Laboratorium Fiber Optik (FO) di SMKN 1 Tuhemberua, Kabupaten Nias Utara. (Foto: Humas Telkom)

Nusantara

Telkom Akses Perkuat Kompetensi SDM Digital di Daerah 3T

KAMIS, 02 JULI 2026 | 18:48 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

PT Telkom Akses (Telkom Akses) yang merupakan operating company PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemerataan kualitas sumber daya manusia (SDM) digital di Indonesia. 

Komitmen tersebut diwujudkan melalui peresmian Laboratorium Fiber Optik (FO) SMK 3T di SMKN 1 Tuhemberua, Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara, Jumat, 26 Juni 2026 yang dilaksanakan secara hybrid dan terhubung dengan SMKN 1 Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, serta SMKN 1 Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya. 

Program ini merupakan implementasi Perjanjian Kerja Sama antara Telkom Akses dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia dalam pengembangan kompetensi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).


Direktur Human Capital & Information Technology Telkom Akses, Nizar, mengatakan bahwa dunia industri memiliki tanggung jawab untuk ikut membangun ekosistem pendidikan vokasi agar mampu menghasilkan talenta yang sesuai dengan kebutuhan industri. 

“Transformasi digital Indonesia tidak akan optimal apabila peningkatan kualitas SDM hanya terpusat di kota-kota besar. Dunia industri memiliki peran penting untuk membantu memperluas akses terhadap pendidikan dan kompetensi, termasuk di wilayah 3T yang masih menghadapi berbagai keterbatasan,” ucap Nizar dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Kamis, 2 juli 2026.

Program bantuan pendidikan senilai lebih dari Rp100 juta ini dilaksanakan selama enam bulan dengan sasaran tiga sekolah yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, yakni SMKN 1 Tuhemberua, SMKN 1 Kabupaten Kupang, dan SMKN 1 Kabupaten Sorong.
 
Para guru mengikuti pelatihan intensif selama lima hari yang mencakup materi konsep dasar fiber optik, instalasi perangkat Integrated Optical Distribution Network (IODN), instalasi jaringan akses, penyambungan serat optik, hingga pengukuran jaringan serat optik. Seluruh peserta memperoleh Sertifikat Kompetensi Level Basic atau KKNI Level 3 sebagai bekal untuk mentransfer kompetensi kepada para siswa.

Selain pelatihan, Telkom Akses juga membangun laboratorium praktik Fiber Optik yang dilengkapi perangkat simulasi seperti Joint Closure, Optical Distribution Point (ODP), tiang beserta aksesorisnya, serta papan simulasi rumah pelanggan. Laboratorium tersebut dirancang oleh Fiber Academy Telkom Akses dan dibangun melalui kolaborasi berbagai unit perusahaan.

Nizar juga berharap dengan adanya program CSR Fiber Academy, semakin banyak talenta dari penjuru negeri untuk berkembang dan berkontribusi bagi industri digital nasional.

“Melalui kolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta sekolah vokasi, industri dapat menghadirkan pembelajaran yang lebih relevan dengan kebutuhan lapangan melalui penyediaan fasilitas praktik, peningkatan kompetensi guru, dan sertifikasi. Dengan demikian, semakin banyak talenta dari berbagi daerah memiliki kesempatan untuk berkembang dan berkontribusi bagi kemajuan industri digital nasional," tutup Nizar.

Program ini diperkirakan memberikan manfaat bagi lebih dari 1.400 ribuan siswa di tiga SMK penerima manfaat tersebut. Selain memperoleh fasilitas pembelajaran yang lebih representatif, para siswa juga memiliki kesempatan mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL) di STO Telkom terdekat maksimal enam bulan. Ke depan, fasilitas laboratorium yang telah diresmikan dapat menjadi pusat pembelajaran yang berkelanjutan bagi para guru maupun siswa.


Populer

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cek Siaran Langsung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Selasa, 22 September 2026 | 02:21

DPRD DKI Apresiasi Kebijakan Penutupan TPS Ilegal

Selasa, 22 September 2026 | 02:01

Indonesia Rebut 7 Medali di Aichi-Nagoya

Selasa, 22 September 2026 | 01:42

Ditjen AHU Perkuat Pengawasan Korporasi

Selasa, 22 September 2026 | 01:23

Wamendagri Ribka Haluk Berduka Tiga ASN Jadi Korban KKB

Selasa, 22 September 2026 | 01:01

Hasil Audit BPK Ditunggu dalam Kasus Toba Pulp Lestari

Selasa, 22 September 2026 | 00:37

Tiga Bulan Nganggur, Karyawan De Club Arjuna Geruduk Balai Kota

Selasa, 22 September 2026 | 00:26

Kejagung Periksa Dirut PT Migas Kota Bekasi terkait Dugaan Korupsi KSO

Selasa, 22 September 2026 | 00:01

80 Negara Siap Hadapi Wajib Sertifikasi Halal

Senin, 21 September 2026 | 23:47

KPK Harus Periksa Nusron Wahid demi Kepastian Hukum

Senin, 21 September 2026 | 23:31

Selengkapnya