Berita

Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Belarusia Aleksander Lukashenko (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Dunia

Lukashenko: Indonesia akan Terus Jadi Mitra Utama Belarus di Asia Tenggara

KAMIS, 02 JULI 2026 | 15:21 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Belarus Aleksander Lukashenko menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu mitra paling penting bagi negaranya di kawasan Asia Tenggara. 

Komitmen tersebut disampaikan dalam pertemuannya dengan Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 2 Juli 2026.

Menurut Lukashenko, hubungan Belarus dan Indonesia menunjukkan perkembangan yang semakin positif dalam beberapa tahun terakhir. 


Intensitas kerja sama kedua negara terus meningkat dengan capaian konkret di berbagai sektor, sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi penguatan kemitraan strategis pada masa mendatang.

"Saya senang mencatat bahwa hubungan Belarus-Indonesia telah meningkat secara signifikan akhir-akhir ini. Kemajuan yang signifikan telah dicapai di banyak bidang, dan ada perkembangan konkret untuk masa depan. Potensinya sangat besar," ujarnya.

Menurut Lukashenko, Indonesia merupakan salah satu mitra utama Belarus di Asia Tenggara dan akan tetap memegang peran tersebut di masa mendatang.

"Indonesia telah dan akan terus menjadi salah satu mitra utama Belarus di Asia Tenggara," tegasnya. 

Lukashenko juga menegaskan kesiapan Belarus untuk menjalankan seluruh agenda yang telah disepakati bersama Indonesia melalui Peta Jalan Pengembangan Bidang-Bidang Utama Kerja Sama Republik Belarus dan Republik Indonesia periode 2026-2030. 

Dokumen tersebut menjadi kesepakatan utama yang ditandatangani kedua kepala negara dalam kunjungan kali ini.

"Saya menegaskan tekad pihak Belarusia untuk melaksanakan semua tujuan dan sasaran yang tercantum dalam peta jalan pengembangan bidang-bidang utama kerja sama antara Republik Belarus dan Republik Indonesia untuk tahun 2026-2030. Ini adalah dokumen utama yang telah kita tandatangani hari ini," pungkasnya.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

RUU Perampasan Aset Diusulkan Ganti Nama, Berikut Nomenklaturnya

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:07

Purbaya Sudah Cairkan Rp20,5 Triliun ke 490 Pemda buat Gaji PPPK

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:52

Koperasi Jadi Kunci Hilirisasi Sawit dan Penguatan Daya Tawar Petani

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:50

Songs for Sumatera-Human Initiative Pulihkan Fasilitas MIN 4 Aceh Tamiang

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:38

Subsidi Pertalite Bocor, Kelompok Kaya Masih Nikmati Kucuran Negara

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:32

Pengacara Gus Yaqut Bongkar Duduk Persoalan Pembagian Kuota Haji Tambahan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:16

Usai Bertemu Purbaya, Bahlil Bakal Perketat Orang Kaya yang Pakai Pertalite

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:58

12 Saksi Diperiksa, Sekretaris Kepala BGN Ikut Terseret Kasus MBG

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:46

Rudy Tanoe Irit Bicara soal Korupsi Penyaluran Bansos Usai Diperiksa KPK 4,5 Jam

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:42

Selengkapnya