Gerindra mulai memanaskan mesin politik di Sorong, Papua. (Foto: Dok. Gerindra Papua)
Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Papua, Yanni mulai memanaskan mesin partai menyongsong Pemilu 2029. Konsolidasi dipusatkan di Kabupaten Biak dengan menginstruksikan seluruh kader bekerja lebih keras memenangkan hati rakyat.
Dalam pertemuan yang dihadiri pengurus DPC Gerindra Biak Numfor dan DPC Gerindra Supiori pada Rabu, 1 Juli 2026, Yanni menegaskan keberhasilan di pemilu tidak bisa diraih dengan cara instan.
"Pemilu dimenangkan jauh sebelum hari pencoblosan. Kepercayaan rakyat dibangun melalui kerja yang konsisten, bukan kerja musiman," tegas Yanni dikutip Kamis, 2 Juli 2026.
Ia mengingatkan agar pengurus partai tidak boleh hanya muncul saat musim politik tiba. Mesin organisasi harus hidup sepanjang waktu, bergerak menyapa masyarakat, dan memperkuat struktur hingga ke akar rumput.
"Politik tak bisa hanya dianggap jalan menuju kekuasaan, melainkan jalan pengabdian. Kalau niat kita lurus, setiap hari mendengar rakyat, memperjuangkan kepentingan mereka, lalu menghadirkan solusi. Bagi saya, itu adalah ibadah," jelasnya.
Yanni menargetkan Gerindra bisa menang besar di Papua. Maka dari itu, ia meminta jajaran untuk membuka pintu lebar bagi siapa pun yang memiliki kapasitas dan integritas untuk bergabung.
"Gerindra harus menjadi rumah besar perjuangan rakyat. Kita harus merangkul tokoh adat, tokoh agama, akademisi, profesional, hingga generasi muda yang mampu menggerakkan masyarakat," serunya.
Ia pun mewanti-wanti kader agar meninggalkan pola politik yang dipenuhi fitnah, hoaks, maupun ujaran kebencian. Gerindra, kata Yanni, harus hadir sebagai partai yang membawa gagasan cerdas dan solusi konkret atas persoalan masyarakat.
Terkait kebijakan pemerintah pusat, Yanni menginstruksikan kader untuk aktif menjelaskan substansi program seperti Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Merah Putih sebagai wujud kehadiran negara meningkatkan kesejahteraan rakyat, bukan untuk segelintir pemilik modal.
"Tugas kader adalah menjelaskan tujuan setiap program pemerintah secara utuh. Kalau ada kekurangan, pemerintah sedang bekerja keras memperbaiki tata kelolanya," tambahnya.
Di sela-sela agenda konsolidasi, Yanni juga menemui keluarga korban ledakan bom sisa Perang Dunia II di Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota. Ia menyampaikan belasungkawa dan mendorong langkah sistematis agar sisa-sisa bom perang tidak lagi mengancam keselamatan warga.
Yanni menggagas program "Papua Aman dari Warisan Perang" sebagai bentuk kepedulian nyata partai terhadap keselamatan masyarakat.
"Saya ingin Gerindra dikenang karena pengabdiannya, bukan hanya karena atributnya. Saat hati rakyat sudah bersama Gerindra, kemenangan akan datang sebagai buah dari pengabdian," tutup Yanni.