Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Bisnis

Harga Minyak Dunia Kembali ke Level Sebelum Konflik Iran-AS

RABU, 01 JULI 2026 | 09:06 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia terus melemah dan kini berada di jalur penurunan bulanan dan triwulanan terbesar sejak awal pandemi Covid-19 pada 2020. 

Pelemahan ini terjadi karena pelaku pasar terus mencermati perkembangan pembicaraan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, yang dinilai dapat memengaruhi pasokan minyak global.

Pada penutupan perdagangan Selasa, 30 Juni 2206, waktu AS, harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Agustus turun 23 sen atau 0,3 persen menjadi 72,92 Dolar AS per barel, sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melemah 1,25 Dolar AS atau 1,8 persen ke level 69,50 Dolar AS per barel.


Harga minyak kini hampir kembali ke level sebelum pecahnya konflik AS-Israel dengan Iran pada akhir Februari. Saat itu, Brent ditutup di 72,48 Dolar AS per barel, sedangkan WTI berada di 67,02 Dolar AS per barel.

Sentimen pasar banyak dipengaruhi perkembangan diplomasi antara AS dan Iran. Pemerintah Qatar menyatakan utusan AS yang berada di Doha tidak akan menggelar pertemuan tingkat tinggi dengan Iran. Sebagai gantinya, kedua pihak hanya akan mengadakan pembicaraan teknis yang berpotensi dilanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi apabila terdapat kemajuan.

Ketidakpastian tersebut membuat investor terus memantau situasi di Selat Hormuz. Setiap perkembangan di kawasan itu berpotensi memengaruhi harga minyak global.

Dari sisi fundamental, Morgan Stanley memperkirakan pasar minyak dunia akan mengalami surplus pasokan sekitar 4,8 juta barel per hari pada 2027, yang berpotensi menekan harga minyak dalam jangka menengah.

Secara teknikal, Brent telah berada di wilayah oversold selama 13 hari berturut-turut, sementara WTI selama 11 hari berturut-turut.

Sepanjang Juni 2026, harga Brent tercatat turun sekitar 21 persen, menjadi penurunan bulanan terbesar sejak anjlok 55 persen pada Maret 2020 ketika permintaan energi runtuh akibat pandemi Covid-19.

Dalam periode April-Juni 2026 (kuartal II), Brent juga merosot sekitar 38 persen, menjadi penurunan triwulanan terdalam sejak kuartal pertama 2020.

Sementara itu, data terbaru U.S. Energy Information Administration (EIA) menunjukkan produksi minyak mentah AS mencapai rekor bulanan baru, yakni 13,93 juta barel per hari pada April 2026, setelah produsen meningkatkan produksi saat harga minyak sempat melonjak akibat konflik Iran.

Pelaku pasar kini menunggu laporan persediaan minyak mingguan dari American Petroleum Institute (API) dan EIA. Para analis memperkirakan stok minyak mentah AS berkurang sekitar 4,5 juta barel pada pekan yang berakhir 26 Juni. Jika perkiraan tersebut terbukti, maka ini akan menjadi 10 pekan berturut-turut penurunan persediaan minyak mentah di AS, menyamai rekor yang terakhir terjadi pada Januari 2018.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Digelar di Ambon, Muktamar XIV KAMMI Usung Semangat Ale Rasa, Beta Rasa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:29

KPU Perlu Keluarkan Surat Gibran Tidak Memenuhi Syarat Wapres

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:13

Gumarang Soroti Perubahan Sikap Rocky Gerung Setelah Masuk Lingkaran Istana

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:48

10 Saham Paling Tertekan saat IHSG Anjlok 7 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:16

OJK Serahkan Lagi Hasil Penelusuran Aset DSI, Bareskrim Sudah Sita Rp432 Miliar

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:04

Eksekusi Suntik Mati Gagal, Christa Pike Akui Alami Trauma dan Rasa Sakit

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:52

Harga Bitcoin Tertekan Setelah Binance Dibobol Hacker

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:44

Pendiri Ayam Goreng Suharti Tutup Usia, Merintis Bisnis Sejak 1956

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:30

Intel Babak Belur, Saham Anjlok 29 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:19

Kemlu Dalami Informasi WNI Tewas Saat Dinas Militer di Rusia Lewat KBRI Moskow

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:05

Selengkapnya