Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Emas Terpuruk ke Level Terendah 8 Bulan akibat Kebijakan Ketat The Fed

RABU, 01 JULI 2026 | 07:37 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas dunia melemah ke level 4.030 Dolar AS per ons pada penutupan Selasa 30 Juni 2026 waktu setempat, mendekati titik terendah dalam delapan bulan terakhir. 

Logam mulia ini diproyeksikan anjlok hingga 11 persen sepanjang kuartal kedua, menjadikannya kinerja kuartalan terburuk dalam beberapa dekade. 

Penurunan tajam ini dipicu oleh penguatan Dolar dan sikap tegas (hawkish) mayoritas anggota FOMC yang didukung oleh solidnya data ekonomi AS.


Data lowongan pekerjaan (JOLTS) melesat ke level tertinggi dalam dua tahun, dan laporan non-farm payroll Juni diperkirakan akan naik tajam. Selain itu, angka inflasi inti terbaru juga bergerak semakin menjauh dari target 2 persen yang ditetapkan The Fed. 

Situasi ini membuat investor lebih memilih berinvestasi pada surat utang pemerintah (Treasury) yang menghasilkan kupon tinggi ketimbang emas. Tekanan terhadap emas berpotensi berlanjut setelah Ketua The Fed, Warsh, membentuk kelompok kerja untuk mengevaluasi pengurangan neraca bank sentral sebagai persiapan penjualan obligasi yang selama ini ia suarakan.

Berbeda dengan emas, harga perak berhasil bangkit menuju 60 Dolar AS per ons, memulihkan diri dari level terendah tujuh bulan di angka 57 Dolar AS pada 24 Juni lalu. 

Perak sukses mengungguli emas dalam beberapa sesi terakhir berkat kuatnya proyeksi permintaan dari sektor industri, yang mampu meredam sentimen negatif dari kebijakan ketat The Fed.

Kenaikan ini didorong oleh lonjakan saham produsen cip dan pengembang pusat data selama dua sesi berturut-turut, seiring tingginya investasi jangka panjang pada kapasitas komputasi global. Tren ini otomatis meningkatkan prospek kebutuhan perak, yang sangat diperlukan dalam infrastruktur kecerdasan buatan (AI) karena sifat konduktifnya yang tinggi.

Meski demikian, ruang penguatan perak sebagai aset tanpa kupon tetap dibatasi oleh prospek suku bunga ketat dari FOMC sepanjang tahun ini akibat kuatnya data tenaga kerja dan inflasi. 

Di samping itu, pasar pendapatan tetap juga menghadapi risiko penurunan seiring langkah Ketua The Fed, Warsh, yang mengampanyekan pengurangan neraca bank sentral, sebuah tindakan yang berbalik arah dari tren devaluasi pada akhir tahun 2025.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

IPW Desak Transparansi Penegakan Hukum Kasus 1.048 Ton Udang Impor di Jatim

Minggu, 01 November 2026 | 01:50

Langkah Polisi Tangani Kasus Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo Diapresiasi Warga

Minggu, 01 November 2026 | 01:24

Polda Metro Siap Dikritik Buntut Penyelenggaraan Deklarasi Sumpah Pemuda 29 Oktober

Minggu, 01 November 2026 | 00:43

Ramai Logo Muncul di TIME100 Next Gala, Danantara Bantah Bayar Dana Sponsorship

Minggu, 01 November 2026 | 00:16

Pengurus Baru SAPMA PP DKI Jakarta Siap Berkolaborasi dengan Pemprov

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:47

Polisi Tangkap Pelaku Penembakan di Kampung Ambon, Ini Motifnya

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:17

Winda Marfita Pastikan Tak Terlibat Kasus Investasi PT MBS yang Dilaporkan Nur Istianti

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:57

Asrul Haruna Terpilih Sebagai Koorpresnas BEM PTMA Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:43

Rembuk Pemuda Himpun Aspirasi dari 29 Provinsi, Kukuhkan DPP Pertama

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:32

PPP Maluku Tolak Pemberhentian Agus Suparmanto-Taj Yasin

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:44

Selengkapnya