Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Dolar AS Menguat, Indeks DXY Catat Kenaikan Kuartalan Beruntun

RABU, 01 JULI 2026 | 07:02 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Dolar AS menguat pada perdagangan Selasa 30 Juni 2026, didorong ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) masih berpeluang mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. 

Keyakinan itu muncul setelah inflasi AS masih berada di atas target dan perekonomian tetap menunjukkan ketahanan.

Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan Dolar terhadap enam mata uang utama dunia, naik tipis 0,03 persen ke 101,17. Sepanjang kuartal II 2026, indeks ini diperkirakan menguat sekitar 1,3 persen, melanjutkan kenaikan 1,6 persen pada kuartal sebelumnya.


Penguatan Dolar juga didukung perbedaan kinerja ekonomi AS dengan negara-negara maju lainnya. Ekonomi Amerika dinilai masih lebih solid, sementara kawasan Eropa menunjukkan tanda-tanda perlambatan. Arus modal ke aset-aset AS, termasuk saham Wall Street yang terdorong tren kecerdasan buatan (AI), turut menopang permintaan terhadap Dolar.

Pelaku pasar kini menantikan laporan ketenagakerjaan AS periode Juni yang akan dirilis pekan ini. Data tersebut dipandang menjadi petunjuk penting bagi arah kebijakan suku bunga The Fed. Saat ini, pasar memperkirakan peluang sekitar 65 persen bank sentral AS akan kembali menaikkan suku bunga pada pertemuan September.

Di pasar valuta asing, penguatan Dolar paling terasa terhadap Yen Jepang yang kembali tertekan ke level terendah sejak 1986. Kondisi ini memicu spekulasi bahwa pemerintah Jepang semakin dekat untuk melakukan intervensi guna menahan pelemahan mata uangnya.


Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

Pergantian Panglima TNI, Kapolri, dan Jaksa Agung Jadi Ujian Kekuatan Prabowo

Senin, 03 Agustus 2026 | 18:10

UPDATE

Usulan PPPK Jadi ASN Pusat Sejalan dengan Komitmen Prabowo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:24

Emas Antam Terbang Rp20.000, Tembus Rp2,71 Juta per Gram Pagi Ini

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:23

Komisi III DPR Minta Penyebar Hoaks Kerusuhan Berbayar Diberantas

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:13

Bukan Cuma Hapus Konten, Penyebar Hoax Harus Diproses Hukum

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:07

Produk Newport Panen Kecaman, Promosi Tukar Hafal Ayat Suci dengan Miras

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:06

Puluhan Ribu Warga Padati Tunas Bumi Fest 2026 di Wonosobo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:05

Disambut Sholawat, Gus Yaqut Siap Hadapi Sidang Dakwaan Korupsi Kuota Haji

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:56

Pemulihan Ekosistem Harus Dilakukan Secara Serentak

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:54

Trump Media Tekor 238 Juta Dolar AS, Saham Ambruk 8 Persen

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:53

Ruang Amal Indonesia Siapkan 50 Warga Kurang Mampu Tembus Industri Tekstil

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:49

Selengkapnya