Berita

Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung. (Foto: Istimewa)

Politik

Safari Politik Jokowi Tak Berpengaruh, PSI Tetap jadi Partai Gurem

SELASA, 30 JUNI 2026 | 16:58 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Safari politik mantan presiden Joko Widodo (Jokowi) yang diawali dari Lampung, dinilai belum tentu mampu mendongkrak elektoral Partai Solidaritas Indonesia (PSI) hingga lolos ke DPR pada Pemilu 2029.

Pengamat komunikasi politik M. Jamiluddin Ritonga menilai harapan tersebut terlalu tinggi jika melihat respons masyarakat selama kunjungan Jokowi di Lampung.

"Selama di Lampung tidak terlihat antusias masyarakat menyambut kedatangan Jokowi. Masyarakat pada umumnya tetap melaksanakan rutinitas kesehariannya,” kata Jamiluddin kepada wartawan di Jakarta, Selasa, 30 Juni 2026.


Menurutnya, kondisi itu berbanding terbalik dengan dukungan masyarakat Lampung pada Pilpres 2019, ketika Jokowi meraih sekitar 59,71 persen suara. Bahkan, dalam kunjungan tersebut sempat muncul aksi penolakan dari sebagian warga.

Jamiluddin menilai kondisi itu mengindikasikan daya tarik politik Jokowi tidak lagi sekuat sebelumnya. Karena itu, peluang Jokowi mengerek suara PSI hingga lolos ke Senayan dinilai relatif kecil.

Ia bahkan menyebut safari politik Jokowi sarat spekulasi untuk memenuhi ambisi politiknya, sementara hasil yang diperoleh PSI belum tentu sebanding.

Lanjut Jamiluddin, tantangan akan semakin berat apabila PSI membidik basis pemilih nasionalis yang selama ini menjadi kantong suara ‘wong cilik’ yang cenderung loyal pada Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

"Kelompok marhaen ini sangat loyal terhadap trah Soekarno, khususnya Megawati Soekarnoputri. Selama PDIP masih dipimpin trah Soekarno, tampaknya sulit bagi Jokowi untuk mengalihkan mereka ke PSI. Karena itu, menargetkan suara yang relatif sama dengan PDIP tampaknya kekeliruan fatal. PSI akan berpeluang tetap menjadi partai gurem,” pungkasnya.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

UPDATE

Bareskrim Gerebek 9 Lokasi Rawan Narkoba di Sumut, Puluhan Pengedar dan Pemakai Diamankan

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:28

Pasar Serdang Kemayoran Segera Direvitalisasi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:15

Hadiah Bibit Korupsi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:01

Aparat Usut Dugaan Investasi Emas Bodong Rp25 Miliar yang Seret Sejumlah Artis

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:55

Putusan MK soal Gibran Bergulir ke Ranah Politik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:39

Karhutla Belum Tuntas, Pemerintah Kaji Langkah Penanganan Terbaik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:34

Kemenhub Catat 1.673 Penerbangan Terdampak Karhutla: 907 Batal

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:17

Radja Nainggolan Ungkap Penyesalan Besar Belum Pernah Bela Timnas Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Trump Pertimbangkan Bantu Arab Saudi Perangi Houthi

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:48

Selengkapnya