Berita

Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono, saat menerima audiensi dengan Bupati Bener Meriah, Armia, di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Senin, 22 Juni 2026. (Foto Humas Kemensos)

Nusantara

Pembangunan Sekolah Rakyat di Bener Meriah Siap Tancap Gas

SELASA, 30 JUNI 2026 | 16:14 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kementerian Sosial dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bener Meriah memperkuat sinergi dalam upaya percepatan pemulihan pascabencana sekaligus akselerasi pembangunan Sekolah Rakyat.

Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono, melakukan pembicaraan itu dengan Bupati Bener Meriah, Armia, di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Senin, 22 Juni 2026.

Sosok Wamensos yang kerap disapa Jabo itu mendengar langsung perkembangan usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bener Meriah oleh Armia.


Dia menjelaskan, Kabupaten Bener Meriah menyiapkan lahan di pusat kota seluas 5 hektare, namun tidak memenuhi syarat pembangunan Sekolah Rakyat seluas 6,8 hektare. Sehingga, ia telah menyiapkan sejumlah alternatif lahan.

“Kita alternatifnya lahannya banyak, Pak. Jadi intinya, Pak, kalau masalah tanah, saya kira tidak ada persoalan, masalah listrik ada, air ada. Kita sudah minta hibah lahan dari Kementerian Pertanian,” ujar Armia dalam keterangan tertulis Kemensos, dikutip Selasa, 30 Juni 2026.

Agus Jabo turut menjelaskan, usulan Sekolah Rakyat dari Bener Meriah tetap dapat diproses, namun perlu disesuaikan dengan ketentuan teknis, khususnya terkait luas dan kesiapan lahan.

“Yang penting cepat supaya bisa ikut. Mumpung usulan-usulan tahap tiga ini belum diteken Menteri Sosial untuk disampaikan ke Presiden. Khawatirnya nanti begitu sudah diteken Menteri, terus masuk tahap berikutnya. Kita nggak bisa ikuti yang tahap tahun ini, Pak,” jelas Agus Jabo.

Ia meminta Pemerintah Kabupaten Bener Meriah segera menuntaskan proses penggantian lahan agar usulan tersebut dapat masuk dalam tahapan pembangunan berikutnya.

Perwakilan Sekber Sekolah Rakyat, Jauhari, menambahkan bahwa kesiapan lahan menjadi faktor penting untuk menunjang kualitas sarana pendidikan yang akan dibangun.

“Kalau bagusnya memang, Pak, 7 sampai 8 hektare supaya dapat prasarana yang optimal. Dan kalau bisa lahannya yang rata,” ujarnya.

Selain membahas Sekolah Rakyat, audiensi juga menyoroti perkembangan bantuan bagi korban banjir di Kabupaten Bener Meriah. Masryani Mansyur menyampaikan bahwa hingga saat ini Kemensos telah menyalurkan berbagai bentuk bantuan.

Bantuan tersebut meliputi santunan ahli waris bagi 33 orang senilai Rp 495 juta, bantuan isi hunian bagi 1.261 kepala keluarga senilai Rp 3,78 miliar, bantuan pemberdayaan ekonomi senilai Rp 6,3 miliar, serta bantuan jaminan hidup (jadup) bagi warga terdampak bencana.

Kemensos telah menyalurkan bantuan jadup tahap pertama kepada 4.468 jiwa senilai Rp 2,01 miliar untuk kebutuhan satu bulan. Kemensos juga memastikan memastikan penyaluran jadup untuk dua bulan berikutnya segera direalisasikan.

“Jadi untuk yang dua bulan ini sudah masuk SPM-nya. Insya Allah minggu ini kami salur melalui PT Pos, Pak,” ujar Masryani.

Berdasarkan hasil verifikasi dan validasi terbaru, bantuan jadup lanjutan untuk 2 bulan tersebut akan disalurkan kepada 3.417 jiwa dengan nilai sekitar Rp 3,07 miliar.

Menanggapi hal tersebut, Armia menyampaikan apresiasi atas dukungan dan perhatian Kemensos terhadap masyarakat Bener Meriah yang masih dalam proses pemulihan pascabencana.

Dalam kesempatan yang sama, Pemerintah Kabupaten Bener Meriah juga menyampaikan kebutuhan dukungan akses data sosial ekonomi hingga tingkat desa untuk memperkuat proses pemutakhiran data penerima bantuan sosial. Menanggapi hal tersebut, Agus Jabo meminta pemerintah daerah berkoordinasi langsung dengan Pusat Data dan Informasi Kementerian Sosial agar kebutuhan data dapat segera ditindaklanjuti.

Menutup audiensi, Agus Jabo memastikan bahwa Kemensos akan terus mengawal percepatan pembangunan Sekolah Rakyat maupun penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak bencana terutama di Kabupaten Bener Meriah.

“Jadi untuk yang sekolah rakyat, itu proposalnya tetap namun harus ada keterangan perpindahan lahan dari Bupati. Jadi supaya registrasinya sudah masuk dulu ke Kemensos, tinggal ganti lahan. Lalu untuk jadup, mudah-mudahan minggu ini keluar. Paling lama minggu depan,” demikian Agus Jabo menambahkan.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Bursa Asia Awali November di Zona Merah

Senin, 02 November 2026 | 08:21

Laba Samindo Resources Melonjak 53 Persen, Efisiensi Biaya Jadi Penopang

Senin, 02 November 2026 | 07:55

Jet Pribadi Jatuh dan Meledak Dekat Permukiman, Sembilan Orang Tewas

Senin, 02 November 2026 | 07:40

Dituding Manipulasi Suara, Ketua KPU India Didesak Mundur

Senin, 02 November 2026 | 07:20

OJK: Tak Ada Dua Sanksi untuk Satu Pelanggaran di Pasar Modal

Senin, 02 November 2026 | 07:06

Polda Metro Tak Cukup Minta Maaf soal “Mahasewa Bayaran”

Senin, 02 November 2026 | 06:40

Kelurahan Berperan Besar Menuju Jakarta Kota Global

Senin, 02 November 2026 | 06:36

Potensi Pasar Asuransi Syariah RI Masih Besar

Senin, 02 November 2026 | 06:00

PPP NTB Protes Mardiono Asal Pecat Pengurus

Senin, 02 November 2026 | 05:39

Ketika Syarat Konstitusional Wapres Dipersoalkan

Senin, 02 November 2026 | 05:26

Selengkapnya