Berita

Ketua DPR RI sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Puan Maharani (tengah). (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

DPR Minta Intimidasi Berujung Tewasnya Dokter Elisa Diusut Tuntas

SELASA, 30 JUNI 2026 | 12:43 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Dugaan intimidasi terhadap seorang dokter di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mencuat setelah korban meninggal dunia diminta diusut hingga tuntas. 

Proses penyelidikan dan penegakan hukum juga diharapkan berjalan secara menyeluruh agar kasus serupa tidak kembali terulang.

Ketua DPR RI sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), Puan Maharani, menegaskan kasus dugaan perundungan terhadap dr. Elisa Princilia Utami Pakaenoni tidak boleh berhenti di tengah jalan. Menurutnya, seluruh fakta harus diungkap secara terang melalui proses hukum.


"Jangan sampai terulang lagi. Itu harus diselidiki, kemudian kasus hukumnya harus dituntaskan sampai sejelas-jelasnya," kata Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 30 Juni 2026.

Menanggapi kemungkinan sanksi terhadap kader PDIP yang diduga terlibat, Puan mengatakan setiap partai memiliki mekanisme internal untuk menangani persoalan anggotanya. Meski demikian, ia menegaskan proses penegakan hukum tetap harus menjadi prioritas.

"Pastinya nanti semua partai yang memang anggotanya terlibat mempunyai mekanisme dalam hal tersebut. Namun yang pasti, sanksi hukum atau kemudian penyelidikan harus dilakukan sampai tuntas," tegasnya.

Sebelumnya, anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara dari Fraksi PDIP, Veronika Lake, diduga mengintimidasi dr. Elisa Princilia Utami Pakaenoni saat menangani pasien korban gigitan ular.

Kasus tersebut menjadi perhatian publik setelah dokter yang akrab disapa Dokter Icha itu dilaporkan meninggal dunia. Dugaan intimidasi yang dialaminya pun turut menjadi sorotan dan memicu desakan agar aparat mengusut perkara tersebut secara menyeluruh.


Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

RUU Perampasan Aset Diusulkan Ganti Nama, Berikut Nomenklaturnya

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:07

Purbaya Sudah Cairkan Rp20,5 Triliun ke 490 Pemda buat Gaji PPPK

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:52

Koperasi Jadi Kunci Hilirisasi Sawit dan Penguatan Daya Tawar Petani

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:50

Songs for Sumatera-Human Initiative Pulihkan Fasilitas MIN 4 Aceh Tamiang

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:38

Subsidi Pertalite Bocor, Kelompok Kaya Masih Nikmati Kucuran Negara

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:32

Pengacara Gus Yaqut Bongkar Duduk Persoalan Pembagian Kuota Haji Tambahan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:16

Usai Bertemu Purbaya, Bahlil Bakal Perketat Orang Kaya yang Pakai Pertalite

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:58

12 Saksi Diperiksa, Sekretaris Kepala BGN Ikut Terseret Kasus MBG

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:46

Rudy Tanoe Irit Bicara soal Korupsi Penyaluran Bansos Usai Diperiksa KPK 4,5 Jam

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:42

Selengkapnya