Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama Jaksa Agung, Burhanuddin dan Kepala Kejaksaan Tinggi Daerah Khusus Jakarta, Patris Yusrian Jaya meresmikan gedung kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Utara di Tanjung Priok, Jakarta Utara. (Foto: Berita Jakarta)
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama Jaksa Agung, Burhanuddin dan Kepala Kejaksaan Tinggi Daerah Khusus Jakarta, Patris Yusrian Jaya meresmikan gedung kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Utara di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa, 30 Juni 2026.
"Kantor ini menunjukkan kolaborasi yang baik Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) DKI Jakarta," ujar Pramono.
Dalam acara ini, Pramono sekaligus menyampaikan ucapan terima kasih atas kerja sama dan sinergi yang baik dengan Jaksa Agung dan jajaran Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Menurutnya, dengan kolaborasi dan dukungan yang terjalin, banyak program Pemprov DKI yang terlaksana dengan baik.
Ia kemudian mencontohkan pengerjaan pembongkaran tiang monorel yang mangkrak di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan. Pembongkaran 109 tiang pancang di sepanjang 3,8 kilometer pun telah berhasil terselesaikan.
Selain itu, Pemprov DKI juga akan melakukan groundbreaking proyek pembangunan RS Sumber Waras menjadi rumah sakit internasional dalam waktu dekat.
"Dan rumah sakit ini terkatung-katung karena tidak bisa terselesaikan mulai dari era gubernur-gubernur yang sebelumnya, sudah 14 tahun," katanya.
Proyek strategis lainnya yang akan segera dikerjakan yakni melanjutkan pembangunan LRT dari Manggarai ke Dukuh Atas, setelah LRT rute Velodrome-Manggarai diresmikan pada Agustus mendatang.
"Maka secara khusus, Bapak Jaksa Agung saya ingin menyampaikan terima kasih karena koordinasi, kerja sama yang baik dengan jajaran Bapak yang selama ini dulu tidak tersentuh, tidak terselesaikan, akhirnya terselesaikan dengan baik," ucap Pramono.
Sementara Jaksa Agung Republik Indonesia Burhanuddin mengapresiasi dukungan Pemprov DKI Jakarta dalam pembangunan gedung kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Utara. Menurutnya, sinergi ini merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam mendukung upaya penegakan hukum.
"Saya juga selalu sampaikan kepada teman-teman para penggiat antikorupsi, ini adalah bentuk penghormatan, bentuk ini adalah kerja sama antar pemerintah daerah dalam rangka mendukung penegakan hukum juga," tuturnya.
Burhanuddin pun menyampaikan kesiapan jajarannya untuk memberikan pendampingan, khususnya di bidang perdata dan tata usaha negara, kepada Pemprov DKI dalam menjalankan berbagai program-programnya.
Meski demikian, ia juga mengingatkan jajarannya agar tetap bekerja secara profesional, transparan, dan konsisten dalam menangani berbagai persoalan hukum yang kompleks di Jakarta.
"Saya minta setiap jaksa dan pegawai Kejaksaan Negeri Jakarta Utara untuk senantiasa bekerja dengan integritas yang kokoh. Jangan nanti udah gedungnya bagus, tapi kinerjanya malah memble," ujarnya.
Pembangunan gedung kantor ini dilakukan dengan menggunakan hibah Provinsi DKI Jakarta sebesar Rp100 miliar yang dialokasikan pada tahun anggaran 2025.
Untuk mendukung terwujudnya lingkungan perkantoran yang representatif dan modern, juga dialokasikan anggaran sebesar Rp57 miliar yang bersumber dari Koefisien Lantai Bangunan atau KLB untuk pekerjaan penataan kawasan dan interior.