Direktur Utama terpilih Jeffrey Hendrik (Foto: Dok RMOL/Alifia)
Babak baru bagi pasar modal Indonesia resmi dimulai. Direktur Utama terpilih Jeffrey Hendrik yang akan menakhodai PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk periode 2026-2030, langsung memasang target membawa BEI melesat masuk ke dalam jajaran 10 besar bursa saham elit di tingkat global.
Langkah strategis ini menjadi fokus utama jajaran direksi baru setelah resmi mengantongi restu pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).
Target tersebut mencakup pendongkrakan performa dari sisi nilai kapitalisasi pasar (market capitalization) sekaligus volume transaksi harian.
Jeffrey optimistis bahwa lompatan besar ini bukan hal mustahil, mengingat posisi Indonesia saat ini sudah berada di jalur yang kuat.
“Bagaimana kita bisa membawa Bursa Efek Indonesia menjadi di antara 10 bursa besar di dunia, baik berdasarkan kapitalisasi pasar dan atau nilai transaksi. Yang pada hari ini kita ada di posisi ke-19 dan ke-17 untuk masing-masing ukuran tersebut,” ujar Jeffrey di Jakarta, dikutip Senin 30 Juni 2026.
Melalui nakhoda baru ini, BEI berkomitmen mempercepat transformasi untuk membangun ekosistem pasar modal yang modern, inklusif, dan memiliki daya saing tinggi di kancah internasional.
Selain mengesahkan susunan manajemen baru yang telah lolos uji matang dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), agenda RUPST yang dihadiri oleh seluruh pemilik hak suara ini juga merampungkan sejumlah langkah krusial perseroan. Di antaranya pengesahan laporan keuangan tahun buku 2025 serta penunjukan akuntan publik untuk tahun berjalan 2026.
“Melalui keputusan tersebut, BEI menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat integritas, daya saing, dan keberlanjutan pasar modal Indonesia, sekaligus mempercepat transformasi menuju bursa yang semakin modern, inklusif, dan berdaya saing global,” tegas Jeffrey.
Untuk merealisasikan visi besar tersebut, berikut adalah susunan lengkap Jajaran Direksi BEI Periode 2026-2030 yang akan mendampingi Jeffrey Hendrik:
Direktur Utama: Jeffrey Hendrik
Direktur Penilaian Perusahaan: Saidu Solihin
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa: Irvan Susandy
Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan: Yulianto Aji Sadono
Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko: Abdul Munim
Direktur Pengembangan: Iding Pardi
Direktur Keuangan, Sumber Daya Manusia, dan Umum: Umi Kulsum.